Mendikbud Ajak Pemprov Jabar Pelopori Bantuan PAUD

oleh -0 views
ilustrasi
Arrief Ramdhani
ilustrasi
ilustrasi

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjadi pelopor pembiayaan bagi Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (PAUDNI).

Hal itu ia ungkapkan dalam gelaran “Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Pendidikan Anak Usia Dini, Non-Formal, dan Informal Tingkat Nasional Tahun 2014,” di Stadion Siliwangi, Bandung, Minggu (10/8/2014).

Menurut menteri, perlu ada inisiasi dari pemerintah daerah untuk mendukung pertumbuhan PAUDNI yang telah mencapai lebih dari 200 ribu lembaga itu. Apalagi, Jawa Barat juga menjadi daerah yang terus mencatatkan diri menjadi perkembangan jumlah PAUDNI.

“Contoh yang baik tidak lah salah. Karena orang yang memberikan contoh yang baik, maka orang yang memberikan contoh baik itu akan mendapatkan pahala. Oleh karena itu, kami mendukung Gubernur Jawa Barat (Ahmad Heryawan) untuk menjadi contoh yang baik,” kata Nuh, dalam acara yang juga dihadiri oleh Heryawan itu.

Saat ini, Nuh melanjutkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyalurkan bantuan bagi PAUDNI. Namun, jumlahnya belum mengakomodir sebagian besar jumlah lembaga. Besaran bantuan itu berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per lembaga, per tahun.

Keberpihakan alokasi dana dari pemerintah daerah sebagai upaya perhatian kepada pengembangan PAUDNI itu sangat penting. Sebab, upaya untuk meningkatkan kompetensi dari para pendidik dan tenaga kependidikan, serta kesejahteraan mereka butuh kemauan keras dalam hal kebijakan.

“Mudah-mudahan, paling tidak Jawa Barat bisa menjadi pelopor peningkatan kesejahteraan PAUDNI,” katanya.

Menteri juga berkeinginan untuk memberikan bantuan operasional bagi setiap lembaga PAUDNI, seperti halnya bantuan yang sudah berjalan bagi pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi.

“Kalau di tingkat pendidikan dasar, menengah, dan Dikti ada bantuan operasional sekolah dan bantuan operasional perguruan tinggi, mengapa kita tidak bisa memberikan operasional di PAUD? Meskipun saat ini sudah dilakukan, namun, jumlahnya masih sangat terbatas,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata Nuh, Kemendikbud merancang supaya anggaran dinaikkan lagi, baik untuk satuan maupun jumlah penerimanya.

Menteri juga telah meminta Dirjen PAUDNI untuk segera merapikan dan merampingkan urusan kelembagaan PAUDNI. Sebab, jika secara kelembagaan sudah ditata dengan baik, maka rancangan bantuan operasional bagi PAUDNI itu bisa segera dilaksanakan.

“Jadi sekarang harus dirancang, apa yang harus diberikan. Itungannya, siswa basisnya. Ke depan, didorong jumlah, diperluas cakupan syarat, dan status kelembagaan jumlah satuan. Tenaga pendidik juga bagian yang harus dipersiapkan, minat (pendirian) PAUD luar biasa,” katanya.

Meskipun tidak secara langsung menanggapi tawaran menteri terkait inisiasi bantuan untuk PAUDNI itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, pendidik dan tenaga kependidikan memegang peranan tinggi dalam pembangunan bangsa.

“Kalau usia dini sudah baik, makan pendidikan berikutnya tinggal melanjutkan dengan mudah. Oleh karena itu, kita berharap sebagai warga negara Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas PAUD, baik lembaga, atau kualitas guru-guru. Kaitan tenaga pendidik, kalau guru dan dosen sudah diberikan perhatian lebih baik, semoga guru PAUD lebih diperhatikan lagi,” katanya.

Menteri menambahkan, kualitas SDM Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan. Sementara kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh pendidikan anak usia dini.

“Oleh karena itu, PAUDNI memiliki peranan yang sangat khusus dalam mempersiapkan kualitas SDM Indonesia, sekaligus untuk mempersiapkan kemajuan Indonesia, untuk bersiap hadapi 100 tahun Indonesia pada 2045 nanti,” katanya.

Penyelenggaraan yang ke 8 kali Apresiasi PTK PAUDNI berprestasi tingkat nasional itu diikuti oleh 510 peserta dari seluruh Indonesia. Setiap kontingen daerah memperlihatkan keunikan lokal mereka melalui rangkaian defile di track atletik Stadion Siliwangi.

Acara itu bertujuan untuk memberikan penghargaan terhadap PTK PAUDNI yang dinilai memiliki prestasi yang inovatif dalam kegiatan pembelajaran dan pengelolaan satuan PAUDNI.

Dengan begitu, ada peningkatan motivasi PTK PAUDNI dalam melaksanakan tugas dan fungsi agar lebih kompetitif, profesional, dan berkarakter, sehingga muncul umpan balik untuk meningkatkan mutu pembinaan dan pengembangan karakter karir PTK PAUDNI.(pikiran-rakyat.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.