Menarikkah Profesi Wartawan di Mata Siswa SD?

oleh -5 views
Wakil Pimpinan Utama Kompas St Sularto saat megajar dalam Kelas Inspirasi di kelas 5 SDN Kemayoran 01 Pagi, Jakarta, Kamis (24/4/2014).
Arrief Ramdhani
Wakil Pimpinan Utama Kompas St Sularto saat megajar dalam Kelas Inspirasi di kelas 5 SDN Kemayoran 01 Pagi, Jakarta, Kamis (24/4/2014).
Wakil Pimpinan Utama Kompas St Sularto saat megajar dalam Kelas Inspirasi di kelas 5 SDN Kemayoran 01 Pagi, Jakarta, Kamis (24/4/2014).

PROFESI wartawan tampaknya kurang diminati oleh siswa kelas 5 SDN Kemayoran 01 Pagi, Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2014). Mereka kurang bergairah saat diceritakan mengenai profesi wartawan dalam “Kelas Inspirasi” Indonesia Mengajar, yang diperkenalkan oleh Anies Baswedan.

Dimulai pukul 07.00 lewat, kelas inspirasi di kelas itu dibuka oleh Wakil Pemimpin Umum Kompas St Sularto, yang didampingi wartawan Kompas, Wawan. Di kelas itu, Pak Sularto menempel di papan tulis gambar-gambar seorang wartawan, dengan laptop dan kameranya. Kemudian, dia menjelaskan tentang profesi wartawan.

Setelah menjelaskan, Pak Larto bertanya kepada siswa-siswa tersebut.

“Ada yang pernah koran? Enggak,” tanya Sularto sambil menunjukkan koran KOMPAS yang berada di tangannya.

Tak ada murid yang mengacungkan tangannya. Mereka hanya diam.

Kemudian, dia menunjuk salah seorang siswa.  “Kamu suka baca koran enggak,” tanyanya.

“Enggak suka, karena banyak tulisannya. Saya lebih suka lihat gambar,” jawab siswa tersebut.

Sularto kemudian bertanya kepada anak-anak tersebut, “pernah baca berita, enggak?”

“Pernah, kecelakaan kereta api,” jawab salah seorang siswa.

Sementara siswa-siswa yang lain, justru terlihat tak begitu semangat. Anak-anak terlihat lesu dan kurang memahami kerja wartawan yang dijelaskan Pak Larto.

Setelah 15 menit mengajar, Pak Larto menanyakan apakah ada siswa yang berminat jadi wartawan dan ingin membaca koran? Tak satu pun siswa merespons pertanyaan tersebut.(edukasi.kompas.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.