Menakar Peluang Magang di Jepang

oleh -7 views
Ilustrasi

Belum lama ini Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (Atdikbud KBRI) di Tokyo, Yusli Wardiatno menggelar diskusi virtual antara pengusaha diaspora dengan seluruh politeknik negeri di Indonesia.

Diskusi bertajuk “Ngobrol Bareng Atdikbud (NBA)” ini mengusung tema “Peluang Magang dan Kerja di Negeri Sakura”. Pengusaha diaspora yang diundang adalah Usman Naito, Direktur Jinsen Shidoukai Foundation dan juga CEO dan Founder Hamaren Corporation.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Wakil Duta Besar RI di Tokyo, Tri Purnajaya, menilai peluang tenaga kerja Indonesia mengisi kebutuhan Jepang dalam berbagai sektor industri cukup besar. “Dari sekitar kebutuhan 70 ribu tenaga kerja terkategori Specified Skilled Worker (SSW) yang dalam bahasa Jepangnya Toku Teginou, Indonesia baru memenuhi sekitar 1500 orang,” ucap Wadubes Tri dalam sambutannya.

“Kondisi demografi Jepang saat ini menuju aging society. Tenaga kerja muda semakin sedikit dan semakin langka di masa depan. Sementara, populasi Indonesia terus bertumbuh dan kita akan mendapatkan bonus demografi di tahun emas 2045 nanti. Jadi, mohon politeknik negeri menyiapkan alumninya untuk bersiap mengisi kebutuhan tenaga kerja di sini,” imbau Tri.

Senada dengan itu, Atdikbud Yusli juga mengungkapkan peluang magang di Jepang bagi mahasiswa politeknik Indonesia sejalan dengan menyukseskan Merdeka Belajar. “Diharapkan, pengusaha diaspora Indonesia serta Grup Hamaren memfasilitasi kerja sama bagi mahasiswa untuk magang dan mendapatkan kredit SKS,” tutur Atdikbud Yusli.

Program pertukaran pelajar atau student exchange, ditambahkan Yusli, sudah berjalan melalui berbagai kerja sama dengan perguruan tinggi di Jepang. “Namun, KBRI juga akan mendorong agar implementasi Merdeka Belajar juga terjadi antara politeknik negeri dan perusahaan di sini. Kami yakin Grup Hamaren dapat membantu,” tegas Yusli.