Menag-Rohis ikrarkan Islam damai

oleh -1 views
Menag Lukman Hakim Saifuddin menghadiri ikrar Islam damai dalam perkemahan Rohis nasional. (Humas Kemenag)
Arrief Ramdhani
Menag Lukman Hakim Saifuddin menghadiri ikrar Islam damai dalam perkemahan Rohis nasional. (Humas Kemenag)
Menag Lukman Hakim Saifuddin menghadiri ikrar Islam damai dalam perkemahan Rohis nasional. (Humas Kemenag)

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin dan para rohaniawan Islam mengikrarkan Islam yang damai pada ajang Perkemahan Rohis Nasional II di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta Timur, Selasa.
“Harus dipastikan rohis adalah anak-anak yang cerdas, cinta damai, cinta Tanah Air dan pelopor Islam yang memberikan rahmat kepada semua,” kata Menag Lukman dalam siaran persnya, Selasa.

Pengucapan ikrar itu dipimpin Menag Lukman dan diikuti lebih dari dua ribu pengurus rohis seluruh Indonesia. Rohis yang hadir merupakan pelajar SMA/SMK yabg datang dari berbagai penjuru Indonesia.

banner 728x90

Menag mengatakan dirinya kerap mendengar informasi miring soal rohis, yaitu sebagai tempat yang mudah untuk disusupi gerakan-gerakan Islam yang tidak toleran dan anti-NKRI.

Maka dari itu, Lukman meminta para Rohis untuk serius mempelajari agama, jangan cepat puas dengan ilmu yang diperoleh dan jangan mudah larut dengan pengajaran agama yang sempit, kaku dan mudah menghakimi orang lain yang berbeda sebagai sesat atau kafir.

“Ingatlah, bahwa ilmu Allah itu luas. Bahkan jika air laut dijadikan tinta untuk menulis maka ilmu Allah tidak akan pernah cukup menuliskan ilmu Allah yang tanpa batas itu,” kata dia.

Menurut Menag, kecintaan rohis pada agama dan kepribadian yang masih labil kerap dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyebarkan gagasan intoleran.

Lukman mengatakan para pendiri bangsa seperti Bung Karno, Mohammad Hatta, KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan dan lainnya telah memberikan contoh kepada masyarakat Indonesia jika mereka adalah pribadi yang sangat menghargai keragaman.

“Negeri kita ini bisa berdiri dengan kokoh dan rukun karena mereka tidak mudah menyalahkan yang lainnya. Sikap menghargai keragaman itulah yang harus diteladani di tengah masyarakat kita yang majemuk,” tuturnya.( antaranews.com)