Melengkapi Fasilitas Sesuai Kebutuhan

oleh -77 views
Melengkapi Fasilitas Sesuai Kebutuhan (inilahkoran.com)
Arrief Ramdhani
Melengkapi Fasilitas Sesuai Kebutuhan (inilahkoran.com)
Melengkapi Fasilitas Sesuai Kebutuhan (inilahkoran.com)

MENGHARAPKAN para siswa berprestasi dalam bidang apapun demi mengangkat nama sekolah, tampaknya hanya menjadi angan-angan jika pihak sekolah tidak mendukung anak-anak didiknya itu.

Salah satu faktor pendukungnya ialah, sekolah harus memiliki sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan.

banner 728x90

Tak sedikit setiap sekolah mempunyai cita-cita yang tinggi, misalnya, mereka mengharapkan siswanya berprestasi. Namun pada kenyataannya tidak di dukung oleh sarana dan prasarana oleh sekolah itu sendiri.

Untuk masalah yang satu ini, SMP Santo Yusup Kota Bandung sangat mendukung siswa-siswa didiknya berprestasi. Salah satu bentuk nyata dukungan mereka ialah, pihak sekolah berusaha melengkapi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan para siswa.

Misalnya, dalam program ekstrakurikuler (ekskul), sekolah yang berpusat di Jalan Sulaksana 1 No 18 Kota Bandung ini, memiliki lapang basket dan lapang futsal, selain itu mereka pun memiliki ruangan sekretariat ekskul dan alat-alat untuk berkegiatannya.

Kalau untuk fasilitas, kita cukup dan tidak ada masalah. Untuk ekskul futsal dan basket kita punya dua lapang. Kemudian untuk Home Art, kita memiliki fasilitas yang cukup baik. Di situ kita punya gamelan, angklung dan arumba, ujar Kepala SMP Santo Yusup Kota Bandung, Markus Edy Sulisman, saat ditemui INILAH di ruang kerjanya, Kamis (26/3).

Berbicara mengenai pelatih ekskul, dia menjelaskan, saat ini menggunakan jasa pelatih dari luar sekolah. Meski begitu tetap ada beberapa guru dan alumni menjadi pelatih di sejumlah ekskul. Saat ini pelatih sudah cukup, enggak ada masalah. Selain guru juga kan ada beberapa alumni yang membantu, khususnya di ekskul Karate, terangnya.

Markus Edy Sulisman menyebut, pencapaian tertinggi siswa bukanlah dinilai dari segi prestasi melainkan dari tingkah laku siswanya yang memiliki karakter yang jauh lebih baik. Meskipun sarana dan prasarana untuk kegiatan ekskul cukup lengkap, namun pihaknya tidak terlalu menargetkan atau memaksa siswa-siswanya berprestasi.

Tujuan utama saya jelas, bukan dari prestasi, tapi kita lebih ke pengembangan talenta anak. Percuma kalau kita berprestasi tetapi anak-anak itu tidak baik di bidang itu, jelasnya.

Tak semulus yang dibayangkan memang, beberapa kendala pun sempat menghampiri mereka, salah satunya masalah pengalokasian waktu berkegiatan. Pihak sekolah harus pandai-pandai membagi waktu jika ada event tertentu yang akan diikuti siswa.

Jika biasanya latihan dilakukan satu minggu sekali, maka jika ada event tertentu latihan bisa dilakukan setiap hari setelah selesai kegiatan belajar mengajar (KBM). Karena kita butuh latihan yang lebih intens, mereka latihan bisa sampai sore. Dari segi pembiayaan tidak ada masalah, latihan itu kita laksanakan setelah KBM, ucapnya.

Disinggung mengenai dana yang dikucurkan untuk kegiatan ekskul, dia mengatakan, saat ini pihaknya menggunakan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS). Untuk menutupi kekurangan dana, pihaknya mendapat bantuan dari Yayasan yang selama ini terus mendukung demi kelancaran kegiatan ekstrakurikulernya itu.

Dana tidak ada masalah, kita tidak ada bantuan dari orangtua siswa, ujarnya. (inilahkoran.com)