MAN 2 Cianjur Terima Bantuan SBSN Rp5 Miliar

oleh -6 views

Sarana prasarana pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cianjur akan semakin lengkap. Madarasah ini akan membangun asrama siswa melalui bantuan dengan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Bantuan SBSN senilai lebih dari Rp5 miliar ini diserahkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR Diah Pitaloka kepada Plt Kepala Kemenag Cianjur H. Abdul Kohar, saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik, ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (1/4/2021).

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Kunjungan kerja ini sekaligus dilaksanakan dalam rangka melihat penyelenggaraan pendidikan di madrasah dan pondok pesantren di masa pandemi covid-19. Rombongan Komisi VIII diterima Bupati Cianjur, Herman Suherman, di pendopo Kabupaten.

“Segala permasalahan yang kita temukan dari kunjungan kerja ini akan menjadi bahan pembahasan dengan Kementerian Agama nanti,” kata Diah yang juga wakil dari Cianjur ini.

Diah juga mengaku bangga atas disahkannya regulasi Pondok Pesantren. “Harapannya Cianjur yang dikenal sebagai Kota Santri ini akan merasakan perhatian dari pemerintah, khususnya para pengelola pondok pesantren dan santrinya,” ujarnya.

Bupati Cianjur Hetman Suherman sebelumnya melaporkan bahwa kabupaten terluas kedua di Jawa Barat setelah Sukabumi ini mayoritas penduduknya adalah muslim. Lebih dari 50 persen siswanya, memilih sekolah berbasis agama.

Di masa Pandemi Covid-19, Kabupaten Cianjur terapkan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat Mikro tingkat rukun tetangga (RT). “Dari hasil PPKM ini, alhamdulillah 99 persen sudah zona hijau, atau sekitar 10.360 RT. Masih ada satu persen atau 133 RT yang terus dilakukan pantauan,” kata Herman.

Cianjur tidak menutup tempat ibadah di masa pandemi. Semua bisa melaksanakan ibadah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Saat ini sedang digelar pelaksanaan vaksinasi untuk lansia dan tokoh agama serta tenaga kesehatan. “Antusias masyarakat Cianjur sangat besar untuk ikut vaksinasi. Namun terkendala pasokan vaksin. Jadi belum bisa memenuhi semuanya,” kata Herman.