Mahasiswa KKN Harus Bisa Dorong Peningkatan IPM

oleh -56 views
Mahasiswa KKN Harus Bisa Dorong Peningkatan IPM.(kabar-priangan.com)
Arrief Ramdhani
Mahasiswa KKN Harus Bisa Dorong Peningkatan IPM.(kabar-priangan.com)
Mahasiswa KKN Harus Bisa Dorong Peningkatan IPM.(kabar-priangan.com)

MAHASISWA Universitas Siliwangi (Unsil) yang akan melakukan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) tematik harus mampu mendongkrak peningkatan indeks pembangunan masyarakat (IPM) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat atau bahkan IPM Indonesia.

Pelaksanaan kegiatan KKN harus lebih spesifik pada peningkatan daya beli, kesehatan dan pendidikan yang menjadi instrumen peningkatan IPM.Khusus di bidang pendi­di­kan, mahasiswa diminta un­tuk mendorong peningkatan keaksaraan di tingkat ma­sya­rakat.

banner 728x90

Sehingga warga yang belum memiliki ijazah SD dan SMP didorong untuk ikut kegiatan pendidikan baik formal atau pun non formal sehingga bisa mendapatkan ijazah.“Mahasiswa harus mampu menyisir menemukan data berapa orang warga yang belum memiliki ijazah SD dan SMP. Jika usia di bawah usia 15 ta­hun harus didorong ikut pendidikan formal dan jika usia­nya di atas 15 tahun ikut pendidikan non formal,” kata Pe­materi diklat peserta KKN Te­matik Unsil, Saefudin di ge­dung Mandala, Rabu (21/1­/2015).

Kegiatan KKN tahun ini diikuti oleh 1186 mahasiswa dari berbagai program studi. Loka­si KKN difokuskan di 61 desa di 9 Kecamatan yang ada di Ka­bupaten Tasikmalaya.
Selama 2 hari, mahasiswa yang akan melaksanakan KKN itu diberi arahan dan pembe­kalan di Gedung Mandala Un­sil. Bahkan pembukaan pembekalan tersbeut dihadiri oleh Bupati Tasikmalaya, H U Ruz­hanul Ullum dan 61 kepala de­sa yang menjadi pusat ke­gia­tan KKN.
Menurut Saefudin, kegiatan KKN sekarang ini harus mengarah pada peningkatan IPM sehingga kegiatan yang dilaksanakan lebih fokus.

Di bidang pendidikan mahasiswa diminta untuk datang langsung ke masyarakat untuk mendata, berapa banyak war­ga yang belum memiliki ijazah SD dan SMP. Sehingga ke­giatan KKN itu terukur tingkat keberhasilannya.

“Beda dengan sebelum-sebelumnya semua digarap mu­lai Paud pendidkkan formal, namun tingkat keberhasilnnya tidak terukur,” tegasnya.Namun dengan ditemukannya data mengenai keaksa­raan, keberhasilan pelaksa­naan KKN jadi terukur. Data yang ditemukan mahasiswa bisa dijadikan dasar acuan pemerintan desa atau pemerintah daerah untuk melakukan kebijakan di bidang pendidi­kan.
Karena kebanyak data yang muncul saat ini kebanyakan datanya kurang akurat. Beda dengan data yang ditemukan langsung oleh mahasiswa.

Mahasiswa bisa mendorong agar masyarakat yang belum memiliki ijazah untuk ikut ke­giatan pendidikan baik formal atau pun non formal sehingga nantinya bisa memiliki ijazah.

Jika setiap kegiatan KKN fokus pada peningkatan keaksaraan fungsional dan kesetaraan, maka akan semakin ter­kuak jumlah warga yang belum memiliki ijazah. Ukur­an peningkatan di bidang pendidikan bisa dilihat dari ijazah yang dimiliki masyarakat. “Data awal yang ditemukan nantinya bisa ditindaklanjuti oleh pihak lain baik itu pemerintan daerah atau masyarakat itu sendiri yang peduli,” ucapnya.
Termasuk juga tegas dia bisa dikawal langsung oleh lembaga Universitas Siliwangi itu sendiri, karena hasil te­muan mahasiswa akan terus dimonitor dan dikawal sehingga program KKN tematik bisa memberi dampak besar terhadap peningkatan IPM.(kabar-priangan.com)