Mahasiswa IPB Temukan Penangkal Mikroba Jahat Daging Ayam

Friday 09 August 2013 , 5:55 AM
Ilustrasi : Reuters

Ilustrasi : Reuters

Daging ayam merupakan salah satu bahan pangan yang sangat populer di masyarakat. Namun, daging ayam ternyata rentan terhadap kontaminasi mikroba patogen seperti Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli selama proses penyiapan daging.

Cemaran mikroba dalam bahan pangan asal hewan serta olahannya menjadi masalah yang menjadi perhatian utama dari konsumen. Hal ini pula yang menjadi perhatian tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB), yaitu Rizal Eko Kurniawan, Metrizal Abdi Taufik, dan Fitriah Idris.

Mencoba menjawab permasalahan tersebut, mereka memberikan inovasi berupa kitosan dalam bentuk larutan yang dapat mencegah kontaminasi berbagai mikroba berbahaya tersebut terhadap daging ayam. Penelitian yang diikutsertakan pada Young Indonesian Researcher Competition (Yoreco) 2012 di Universitas Negeri Padang (UNP) itu berhasil meraih jawara dua.

Dalam penelitian tersebut, mereka telah melakukan ujicoba larutan kitosan terhadap sejumlah sampel daging ayam bagian paha dan dada. Kitosan yang merupakan produk turunan dari polimer kitin, yaitu produk samping (limbah) dari pengolahan industri perikanan, khususnya udang dan rajungan

“Hasil penelitian ini sebenarnya tidak menunjukkan hasil yang efektif atau beda nyata. Namun, dari penelitian tersebut dapat menjadi langkah awal dengan pengembangan kitosan yang sebelumnya telah diteliti oleh dosen IPB,” ujar Rizal, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (8/8/2013).

Tidak hanya itu, Rizal mengaku terpacu untuk mengembangkan inovasi tersebut dengan aplikasi semprot untuk daging ayam. Sehingga jika ke depan bahan tersebut terbukti efektif dan kitosan bisa dioptimasi lagi bisa mengurangi penggunaan zat-zat pengawet berbahaya.

“Sampel daging ayam dalam penelitian ini diambil dari pasar di mana tingkat kontaminasi bakteri kemungkinan lebih besar dibanding sampel yang digunakan dalam skala laboratorium. Dengan demikian, pada penelitian ini, kitosan bekerja pada kondisi sampel dengan kontaminan lebih tinggi,” jelasnya.

Ide penggunaan kitosan ini merupakan hasil Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) yang dikembangkan dan dimanfaatkan kembali agar penelitian terkait kitosan ini dapat bermanfaat. Menurut Rizal. agar dapat bermanfaat di luar program PKM, inovasi bersama dua rekannya itu pun diikutsertakan dalam ajang kompetisi, seperti Yoreco.

Dia berharap, ke depan, kegiatan-kegiatan penelitian serupa bisa semakin digencarkan terutama untuk membangkitkan semangat bagi mahasiswa-mahasiswa IPB lainnya. “Dan PKM-PKM yang sudah ada jangan sampai sia-sia karena semua itu bisa bermanfaat tidak hanya untuk program PKM saja tetapi bisa dimasukkan ke program-program serupa, digunakan sebagai literatur dan bisa dikembangkan lagi potensi kitosan ini,” tandas Rizal.(kampus.okezone.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.