Lomba Kreativitas Guru yang Layak Ditiru

oleh -75 views
Guru dan murid MI Asih Putera Cimahi melakukan simulasi, disaksikan oleh juri pada lomba pengembangan alat/ media pembelajaran kreatif.(prioritaspendidikan.org)
Arrief Ramdhani
Guru dan murid MI Asih Putera Cimahi melakukan simulasi, disaksikan oleh juri pada lomba pengembangan alat/ media pembelajaran kreatif.(prioritaspendidikan.org)
Guru dan murid MI Asih Putera Cimahi melakukan simulasi, disaksikan oleh juri pada lomba pengembangan alat/ media pembelajaran kreatif.(prioritaspendidikan.org)

ADA suasana berbeda di aula MI Asih Putera Cimahi siang itu (20/4) Beragam alat peraga/media pembelajaran terpajang di dinding sekeliling ruangan, bahkan sebagian lagi tergeletak di lantai ruangan beralaskan karpet warna merah. Sekelompok guru duduk berderet menunggu giliran untuk mempresentasikan dan meragakan alat/media pembelajaran buatannya di hadapan para juri. Apa yang dilakukan guru-guru di MI Asih Putera itu sungguh patut ditiru.

“Kami melaksanakan lomba mengembangkan dan membuat alat/media pembelajaran kreatif yang diikuti oleh semua guru di madrasah kami. Sebetulnya, lomba ini sudah kami canangkan pada rapat guru tiga bulan lalu. Selama dua hari, hari ini dan besok adalah jadwal mereka mempresentasikan dan memeragakan alat/media pembelajaran buatan mereka. Kami undang guru mentor kami, guru senior dari madrasah lain, serta kepala biro kurikulum dan layanan pendidikan Yayasan Asih Putera untuk menjadi juri. Kami juga mengundang DC dan TTO-PS dari USAID PRIORITAS untuk dapat menyaksikan lomba ini sekaligus memberi dukungan semangat dan motivasi kepada kami,” jelas Iis Siti Aisyah SS, kepala MI Asih Putera, saat membuka pelaksanaanexpose dan presentasi pengembangan dan pembuatan alat/media pembelajaran kreatif di madrasahnya.

banner 728x90

“Kepada setiap tim guru, madrasah memberi modal seratus ribu rupiah untuk membeli bahan dasar dalam pembuatan alat/media pembelajaran kreatif yang kami kembangkan. Kesulitan kami bukan pada pembuatannya, tetapi pada penemuan gagasannya. Kesulitan kami terbayar sudah ketika kami berhasil mewujudkan gagasan alat/media yang kami kembangkan, membuat murid senang dan mudah dalam belajar,” ucap Ratu Siti Nurkhotimah, guru kelas III yang berhasil mengembangkan sejumlah alat/media pembelajaran kreatif.

Sodikin SSi, guru kelas VI, menuturkan bahwa alat/media pembelajaran matematika yang dikembangkannya dibuat dari bahan yang sangat sederhana, yaitu tutup kardus kertas fotokopi yang diberi sekat-sekat sesuai dengan kebutuhannya, ditambah sejumlah kerikil warna-warni. Alat ini dapat dipergunakan untuk menunjukkan secara sederhana namun konkret dan jelas berbagai operasi hitung dalam pembelajaran matematika.

“Meskipun baru sekarang saya ikutkan lomba, alat ini telah saya  manfaatkan di kelas. Hasilnya sangat efektif. Murid semakin senang belajar matematika. Pemahamannya meningkat. Selain itu, siswa bisa bermain menggunakan alat ini di luar jam pelajaran, tanpa sadar bahwa mereka sesungguhnya sedang belajar,” tambahnya.

Imas Wina Triana, wakil kepala madrasah sebagai ketua panitia, cukup puas dengan hasil karya yang ditunjukkan oleh guru-guru. Ia menuturkan bahwa pada lomba kali ini, guru-guru sebagai peserta berhasil membuat lebih dari 12 unit alat/media kreatif untuk berbagai mata pelajaran. Untuk matematika di antaranya adalah Tangga Satuan Ukuran, Jam Serba Guna, Kotak Operasi Hitung, Botol Pengukur Debit, dan Kantong Nilai Tempat. Untuk  IPS dan bahasa Indonesia, telah berhasil dikembangkan alat/media di antaranya ialah Roda Berputar, Vocab CardPuzzle Kalimat, Big Book, Papan Kata dan Kalimat. Untuk  IPA, guru berhasil mengembangkan model peredaran darah manusia.  Untuk pendidikan agama Islam berhasil dikembangkan Pohon Rukun Islam, Kwartet Sejarah Nabi, dan Papan Permainan Muamalah Syar’iyah.(prioritaspendidikan.org)