Legislator: kurikulum 2013 tidak berdampak dengan UN

oleh -1 views

Rohmani-001xx

Rohmani(twitter.com)

Jakarta – Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Rohmani mengatakan kurikulum 2013 yang saat ini digodok pemerintah tidak akan memberikan dampak positif terhadap perubahan pendidikan nasional jika proses evaluasi terhadap siswa masih menggunakan ujian nasional.

“Kalau UN masih ada, kurikulum yang sedang digodok saat ini tidak akan memberikan perbaikan terhadap mutu pendidikan kita. Terutama capain target dari kurikulum tersebut,” katanya di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, kurikulum yang bagus harus didukung oleh metode evaluasi selaras dengan tujuan dari kurikulum tersebut.

“Kurikulum dengan metode evaluasi tidak bisa dipisahkan, keduanya memiliki hubungan yang saling mempengaruhi,” kata legislator yang membidangi masalah pendidikan, kebudayaan, olahraga dan pariwisata itu.

Ia mengatakan, salah satu target dari kurikulum 2013 adalah perbaikan dari karakter peserta didik.

Dengan masih diberlakukannya UN, kata dia, maka pola pendidikan yang berorientasi nilai ujian masih dominan.

Akibat yang paling nyata, kata dia, adalah pendidikan akan mengedepankan nilai ujian, sementara proses pendidikan anak didik terabaikan.

“Pendidikan itu sendiri proses. Tidak tepat jika proses pendidikan anak di Papua harus diuji oleh orang-orang dari Jakarta,” katanya menegaskan.

Pihaknya mendorong pemerintah agar menunda pemberlakukan kurikulum yang ada saat ini.

Sebab, katanya, ada kekhawatiran sikap tergesa-gesa pemerintah dalam mengubah kurikulum ini tidak memberikan hasil yang maksimal dalam pendidikan nasional.

“Kami mendukung perubahan kurikulum. Tapi, mari kita bahas dengan kajian matang, sehingga kurikulum itu nantinya memiliki dampak positif terhadap pembangunan pendidikan nasional,” katanya.

Hingga saat ini, kata Rohmanis, DPR belum memberikan persetujuan terhadap perubahan kurikulum tersebut.

Komisi X DPR, katanya, masih menunggu evaluasi terhadap kurikulum yang berlaku saat ini.

“Komisi X DPR berpandangan perubahan kurikulum

terjadi jika ada evaluasi terhadap kurikulum yang ada saat ini,” katanya.(ANTARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.