Laporkan Bahaya Limbah Pencemaran

oleh -2 views
Laporkan Bahaya Limbah Pencemaran .(prioritaspendidikan.org)
Arrief Ramdhani
Laporkan Bahaya Limbah Pencemaran .(prioritaspendidikan.org)
Laporkan Bahaya Limbah Pencemaran .(prioritaspendidikan.org)

TIGA tabung masing-masing diisi dengan ikan, namun kandungan air yang diisikan berbeda. Untuk kontrol, yang diisikan adalah air bersih, sedangkan dua tabung lainnya masing-masing diisi air bercampur detergen dan minyak. Pada air yang dicampur detergen, tak berlangsung lama ikannya mati. Demikian juga pada tabung air yang diisi minyak, walaupun lebih waktunya agak lama, ikan akhirnya juga mati.

Percobaan sederhana untuk mengenalkan bahaya limbah ini merupakan pembelajaran pada siswa kelas VII di SMP 26 oleh dua fasilitator daerah, yaitu Fatmawati dan Nurhasanah, yang sedang praktik mengajar setelah dua hari berturut-turut mengikuti ToT Modul III Pembelajaran SMP/MTs di Makassar (19-22/5/2015).

banner 728x90

Sebelumnya, untuk membangun hipotesis, para siswa diminta membuat pertanyaan-pertanyaan sendiri terkait dengan pencemaran lingkungan. Mereka juga membaca buku sumber-sumber dan berdiskusi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. “Salah satu cara yang paling efektif untuk membuat sebuah pelajaran termemori dengan baik itu bukan dengan menghapal pelajaran, tapi mengajukan pertanyaan-pertanyaan sendiri dan berusaha menjawabnya,” ujar Nurhasanah, fasiliator daerah dari Soppeng.

Walaupun masih kelas VII SMP, agar literasi di tingkat siswa juga semakin baik, siswa difasilitasi oleh dua guru praktik tersebut untuk membuat laporan singkat yang terdiri atas pendahuluan, yaitu latar belakang, rumusan masalah, hipotesa, metode, hasil penelitian,  pembahasan, dan pembuatan kesimpulan, serta bahan rujukan. Pembelajaran berlangsung kurang lebih tiga jam.

“Menanamkan sikap ilmiah sejak dini dan membiasakan mereka menulis dengan logis adalah strategi agar anak-anak terbiasa mengolah nalarnya, bertindak logis, dan mampu memecahkan masalah dengan terstruktur,” ujar Nurhasanah.

Program untuk menumbuhkan keterampilan informasi atau literasi menjadi fokus pada pelatihan Modul III USAID PRIORITAS. Pembelajaran yang dilatihkan untuk fasilitator daerah dari enam kabupaten, yaitu Bantaeng, Maros, Wajo, Sidrap, Soppeng, dan Pinrang, selama empat hari itu berfokus agar para siswa nanti mampu membahasakan dengan logis dan terstruktur semua hal yang telah dilakukan. Kegiatan tersebut terdiri atas tiga hari pelatihan dan satu hari praktik. Sebanyak 83 fasilitator daerah dilatih praktik mengajar di beberapa sekolah, yaitu SMP YP PGRI, SMPN 20, dan SMPN 26.

Mereka mengajar praktik dengan team teaching berdasar mata pelajaran yang diampu, yaitu matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA, dan IPS. Mereka diharapkan kembali ke daerah dan mengajarkan materi pelatihan kepada guru-guru lain di daerahnya.  (prioritaspendidikan.org)