Kurikulum 2013 Jalan Terus Meski Sarat Masalah

oleh -2 views
Ilustrasi Kurikulum 2013
Arrief Ramdhani
Ilustrasi Kurikulum 2013
Ilustrasi Kurikulum 2013

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh memastikan implemetnasi Kurikulum 2013 di tahun ajaran 2014/2015 jalan terus. Dia menegaskan bahwa banyaknya masalah yang dihadapi saat ini, masih bisa ditangani dengan baik.

Nuh lantas memetakan dua masalah krusial yang dihadapi selama persiapan implementasi kurikulum baru itu. Sejatinya kurikulum baru itu diterapkan mulai 14 Juli lalu. Tetapi Kemendikbud mengeluarkan kebijakan bahwa awal tahun ajaran baru efektif pada 4 Agustus nanti.

“Masalah utama yang sekarang menyita perhatian publik adalah belum tuntasnya pelatihan guru,” ujarnya kemarin.

Nuh mengatakan memang benar ada sekitar 40 ribu guru belum dilatih. Tapi dia meminta masyarakat juga memperhatikan, bahwa sudah ada 1,2 juta guru yang sudah dilatih Kemendikbud.

Nuh menuturkan tidak salah jika ada pihak yang menyebut masih ada ribuan guru belum dilatih. “Tetapi sekali lagi jangan dilupakan, sudah ada 1,2 juta guru sudah dilatih,” paparnya.

Dengan jumlah guru yang sudah dilatih mencapai 1,2 juta orang itu, dia optimis implementasi kurikulum baru mulai 4 Agustus nanti berjalan lancar.

Dia mengatakan Kemendikbud tetap berkewajiban menuntaskan pelatihan guru sesuai dengan jumlah sasaran yang ditetapkan. Skenario awal, Kemendikbud menetapkan guru target sasaran pelatihan kurikulum sebanyak 1,3 juta guru. Dimana 100 ribu guru diantaranya, diharpakan dilatih sendiri oleh pemerintah kabupaten atau kota.

Nuh juga merespon jajaran Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang terus mengkritik implementasi kurikulum baru.

“Seharusnya PGRI itu berterima kasih kepada Kemendikbud,” paparnya. Sebab Kemendikbud sudah membantu peran PGRI untuk meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan.

Masalah krusial berikutnya adalah urusan pengadaan dan pendistribusian buku. Nuh mengakui bahwa buku-buku kurikulum baru belum terdistribusi ke sejumlah daerah. Tetapi dia mengatakan Kemendikbud sudah menentukan langkah antisipasinya.

Menteri asal Surabaya itu mengatakan, Kemendikbud sudah menyebar CD berisi softcopy buku-buku kurikulum baru dalam format pdf. Jika terjadi kasus keterlambatan buku , Nuh mengatakan sekolah dipersilahkan menggandakan sebagian halaman.

Pendistribusian buku kurikulum baru menjelang lebaran ini juga terancam ketentuan Kementerian Perhubungan. Seperti diketahui, beberapa hari menjelang lebaran, truk-truk dilarang berkeliaran di jalan raya. Namun Nuh mengatakan, ia sudah berkoodinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Polri untuk meminta dispensasi.

“Alhamdulillah truk yang memuat buku kurikulum baru diperbolehkan melintas selama mudik atau lebaran nanti,” jelasnya.

Nuh berharap masyarakat membandingkan implementasi Kurikulum 2013 saat ini dengan penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) beberapa tahun lalu. Saat penerapan KTSP, pemerintah tidak melakukan pelatihan guru. Selain itu juga tidak ada penyediaan buku pelajaran murah seperti di Kurikulum 2013.

Sementara itu suara pesimis terhadap implementasi kuriulum di daerah-daerah masih bermunculan. Diantaranya disampaikan oleh Kepala SMKN 1 Cibinong, Jawa Barat Zainal Abidin.

Dia menuturkan persiapan guru setelah mengikuti pelatihan ke jam pembelajaran efektif terlalu mepet. “Padahal banyak dokumen-dokumen adminsitrasi yang harus dibuat guru dan diseragamkan,” ujarnya.

Seperti dokumen rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) serta panduan kegiatan belajar siswa lainnya. Zainal mengatakan, memang muncul kesan dari Kemendikbud yang memaksanakan implementasi kurikulum baru harus jalan menyeluruh tahun ini.(jpnn.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.