Kurikulum 2013, Guru Diposisikan Jadi Robot

oleh -5 views
Ilustrasi (aryansah.wordpress.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (aryansah.wordpress.com)
Ilustrasi (aryansah.wordpress.com)

PROF DR. SARWIJI SUWANDI, M.Pd mengemukakan bahwa pada kurikulum 2013, guru diposisikan sebagai robot-robot mekanik yang hanya menjalankan apa yang telah diprogramkan pemerintah.
“Hal itu bisa berdampak pada kurangnya motivasi kerja guru,” ucap Guru Besar Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Prof Sarwiji, di Kampus Program Pascasarjana UNS, Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/7/2013).

Dia berpendapat, ketika terjadi perubahan kurikulum seyogyanya guru diposisikan sebagai pembelajar dan perubahan kurikulum itu sebagai kegiatan belajar bagi mereka.

“Hal demikian menjadi penting karena guru akan mampu mengoptimalkan kegiatan pembelajaran manakala ada keterlibatan dalam pengembangan tujuan dan perencanaan pembelajaran,” jelas Sarwiji.

Sejauh ini, menurut Sarwiji, pelaksanaan kurikulum 2013 kurang menempatkan guru sebagai variable penentu. Guru pada posisi kurang dipercaya dan dipandang kurang berdaya.

Pengembangan kurikulum terkesan sentralistis. Tujuan kurikulum sebagaimana yang tercakup dalam kompetensi inti dan kompetensi dasar, bahkan silabus dan buku, telah dipersepsikan secara terpusat.

Pengurangan peran guru dalam kurikulum 2013, kata Sarwiji, bisa jadi merupakan hal berita baik dan ‘menyenangkan’ bagi sebagian guru, tetapi bisa pula dipandang sebagai berita buruk bagi sebagian guru yang lain.

Karena guru merasa kurang dihargai dan peran dirinya dalam pelaksanaan kurikulum 2013 bersifat periferal.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.