Kuota Mahasiswa WNA Unpad Bertambah

oleh -1 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

JUMLAH mahasiswa warga negara asing (WNA) yang masuk ke Unpad bertambah setiap tahun. Jumlah pendaftar tahun ini mencapai 400 orang sedangkan kuota yang tersedia hanya 125 orang.

Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Engkus Kuswarno mengatakan, Kamis (31/7/2014), atas dasar itu Unpad menambah jumlah kuota penerimaan dari 120 menjadi 125 orang.

“Kita tidak bisa menambah banyak-banyak karena harus disesuaikan dengan kesiapan dari setiap program studi,” demikian Prof. Engkus.
PMB mahasiswa WNA dilakukan Unpad seperti proses seleksi dilaksanakan mandiri di Malaysia. Karena memang, mahasiswa WNA terbanyak berasal dari negara tersebut. Namun demikian, Unpad juga menerima mahasiswa WNA dari negara-negara lain seperti India, Philipine, Afsel, dan beberapa negara berkembang lainnya termasuk Sudan dan Timor Leste. Sejalan dengan kesempatan mereka mendapatkan beasiswa dari pemerintah negara berkembang sebagai asalnya.

Padahal lanjut Warek, mahasiswa asal Sudah tidak bisa berbahasa Inggris. Bahasa mereka bahasa Arab sehingga proses perkuliahan dibantu mahasiswa dan dosen dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB). “Kenapa ini dilakukan karena kita membuka peluang bagi negara-negara berkembang, walaupun pada prosesnya ada perlakuan khusus seperti itu,” ujar Warek.

Dari jumlah 125 mahasiswa WNA lanjut Warek, peminat ke Fakultas Kedokteran (FK) menjadi yang tertinggi karena FK mempunyai “twinning programme”. Di mana perkuliahan pendidikan kedokterannya dilakukan di Unpad sedangkan pendidikan profesinya di Malaysia. Fakultas lain yang banyak diminati adalah Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Farmasi, FMIPA (Biologi), Fisip, dst.

Proses perkuliahan mahasiswa WNA tidak digabung dengan mahasiswa WNI, tetapi disatukan dalam satu kelas yang disebut kelas internasional. “Tapi karena tidak setiap prodi membuka kelas internasional, maka kesempatan mahasiswa WNA masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan kelas mahasiswa WNI karena ketentuan Dikti memang harus memprioritaskan mahasiswa kita,” jelas Warek.

Menyinggung efek berita buruk adanya mahasiswa asing yang dirampok, Warek mengaku, justru dengan adanya pemberitaan tersebut Unpad jadi terbantu promosi. Apalagi karena ternyata kejadian tersebut tidak terbukti. Hal ini juga menurut Warek, tidak mempengaruhi citra Unpad di mata masyarakat Malaysia atau hubungan Unpad dengan berbagai perguruan tinggi di Malaysia.

“Malah kita seperti terbantu promosi. Buktinya, jumlah pendaftar mahasiswa WNA naik terus,” demikian Warek.(pikiran-rakyat.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.