Kredibilitas UN Jadi Tema Besar Konvensi UN

Saturday 21 September 2013 , 15:16 PM
Ilustrasi (lensaindonesia.com)

Ilustrasi (lensaindonesia.com)

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menggelar Konvensi Ujian Nasional (UN) pada 26 September mendatang. Para pemangku pendidikan direncanakan terlibat aktif pada ajang ini meliputi guru, pengamat pendidikan, dan kalangan akademisi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, tema besar yang diangkat pada konvensi adalah upaya meningkatkan kredibilitas penyelenggaraan UN. “UN tetap (dilaksanakan), tetapi bagaimana sekarang meningkatkan kredibilitasnya,” kata Mendikbud di ruang kerjanya, di Kemdikbud, Jakarta, Selasa (17/09/2013) malam.

Mendikbud menyebutkan, upaya untuk meningkatkan kredibilitas UN fokus pada tiga hal. Pertama, kata dia, terkait dengan soal UN. Menurut dia, soal yang baik adalah soal yang dapat mencerminkan kompetensi anak secara riil. Kedua, dari sistem pelaksanaan teknis. “Mulai dari penggandaan, pencetakan, dan distribusi ke titik-titik,” katanya.

Adapun fokus ketiga adalah sistem pengawasan, sedangkan fokus keempat adalah evaluasi UN meliputi penilaian. Jika tidak bisa menjawab keempat hal itu, kata Mendikbud, maka kredibilitas UN menjadi kurang. “Itu yang pokok di situ. UN kredibel kalau bisa menjawab empat itu,” katanya.

Mendikbud menambahkan, pihaknya telah menggunakan metode analisis khusus untuk setiap mata pelajaran. “Tidak hanya mata pelajaran, lebih dari itu kompetensi dari mata pelajaran,” katanya.

Sebelum penyelenggaraan konvensi, akan digelar prakonvensi UN di tiga kota, yaitu di Denpasar pada 20 September, Makassar, dan Medan secara bersamaan pada 22 s.d. 23 September 2013.(kemdikbud.go.id)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.