Kreasi Puding Sehat Ala Mahasiswa IPB

Monday 18 March 2013 , 21:06 PM
Ilustrasi : Lidah buaya (chrisferbia.blogspot.com)

Ilustrasi : Lidah buaya (chrisferbia.blogspot.com)

TIM mahasiswa Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan IPB menciptakan inovasi baru produk olahan dari cincau hijau dan lidah buaya, yang menyehatkan dan memiliki cita rasa yang enak. Inovasi penelitian dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) dinamakan  “Puding Lapis Lumut”.
“Produk olahan berbahan dasar cincau hijau dan lidah buaya ini dikembangkan oleh mahasiswa IPB untuk meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap cincau hijau dan lidah buaya, karena khasiatnya untuk kesehatan yang banyak,” kata Kepala Humas IPB Henny Windarti,  kepada Antara di Bogor, Jawa Barat, Senin.

Kelima mahasiswa IPB tersebut adalah Nur Hidayah, Renny Permata Sari, Rara Puspita Dewi Lima W, Siti Anwariyah dan Arkaniyati. Mereka berkarya di bawah bimbingan dosen IPB Dr Ir Luki Abdullah, MSc.

Menurut Nur Hidayah, juru bicara tim, bahan yang digunakan untuk membuat puding itu adalah daun cincau hijau dan lidah buaya jenis “Aloevera barbadensis miller”. Sedangkan bahan pendukung lainnya adalah air, agar-agar, susu, gula pasir, tepung maizena, telur, sirup dan sukade.

Ia menjelaskan, puding lapis lumut itu terdiri atas tiga lapisan. Lapisan pertama dan lapisan ketiga merupakan lapisan yang mengandung cincau yang menyerupai lumut sehingga terkesan unik.Untuk lapisan kedua, merupakan lapisan yang mengandung lidah buaya. Bentuknya kotak-kotak yang dikombinasikan dengan agar-agar sehingga ada rasa yang berbeda saat mengkonsumsinya.

Menurut dia, produk olahan berbahan dasar cincau hijau dan lidah buaya itu dikembangkan mengingat saat ini polusi udara dan perubahan keseimbangan ekologi yang disebabkan oleh kendaraan bermotor dan kegiatan perindustrian semakin hari semakin meningkat. Hal ini bedampak negatif terhadap kesehatan manusia.

Berbagai penyakit seperti paru-paru, radang saluran pernapasan dan kanker, katanya, merupakan efek negatif polusi udara yang masih perlu dicari solusinya.

“Dan salah satu di antaranya dengan mengkonsumsi daun cincau hijau dan daun lidah buaya ini,” katanya.

Ditegaskan kembali bahwa produk olahan tersebut dibuat atas dasar minimnya tingkat konsumsi masyarakat terhadap cincau hijau dan lidah buaya.

“Padahal kedua bahan panganan ini mengandung zat antioksidan,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa daun cincau hijau dapat digunakan untuk mengobati penyakit radang lambung, tekanan darah tinggi, anti-kanker, menurunkan radikal bebas, meningkatkan kapasitas antioksidan limfosit, tidak bersifat toksik bagi tubuh dan memiliki sifat fungsional sebagai sumber serat.

Sementara itu, berdasarkan hasil riset, tanaman lidah buaya dapat menghambat infeksi HIV, menurunkan kadar gula dalam darah, menghambat sel kanker, mengatasi gangguan pencernaan, dan sebagai anti-bakteri.(KOMPAS.com)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.