Koalisi Pendidikan Curhat ke Mendikbud

Sunday 16 November 2014 , 2:55 AM
Ilustrasi

Ilustrasi

LAIN Indonesia Corruption Watch (ICW), lain pula masalah pendidikan yang dikritsi oleh Koalisi Pendidikan. Dalam diskusi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, perwakilan Koalisi Pendidikan Jimmy Paat mengkritisi kurikulum 2013.

Jimmy mengatakan, kurikulum baru yang dijalankan oleh pemerintah sebelumnya memiliki banyak persoalan. Apalagi, alasan perubahan kurikulum tidak pernah dijelaskan secara mendetail.

“Kurikulum jadi masalah. Landasan perubahan kurikulum kami tidak pernah lihat. Saya dengar kurikulum 2013 akan direview, kalau menurut saya lebih baik dihentikan saja. Kembali ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),” ujar Jimmy ketika berdialog dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Senayan, Jakarta Selatan.

Selain kurikulum, Jimmy juga mengkritisi kualifikasi guru di Indonesia. Dia menyebut, dari total guru di Indonesia, lebih dari separuhnya tidak memiliki kualifikasi.

“Sebesar 54 persen guru tidak punya kualifikasi. Di Kemendikbud memang ada lembaga yang khusus menangani guru. Tapi tidak ada badan yamg menangani tempat untuk melahirkan guru-guru, yaitu Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK),” tuturnya.

Menurut Jimmy, kualitas LPTK yang merupakan pabrik guru pun harus dipertanyakan. Sebab masih banyak LPTK yang hanya sekadar menghasilkan guru tanpa peduli kualitas lulusan tersebut.

“Selama ini berasumsi LPTK sudah baik. Padahal kenyataannya tidak. LPTK abal-abal harus ditutup. LPTK negeri yang katanya bagus harus diajak diskusi karena mereka tidak melihat adanya masalah. Pendidikan baik kalau gurunya tidak baik hasilnya ya anak didik yang buruk. LPTK harusnya kembali ke tahun 50an di mana hanya orang terpilih yang bisa masuk,” ujar Dosen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu.(kampus.okezone.com)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.