Ki(d)ss On Sea Level 2080, Karya Seniman Tasikmalaya yang Mendunia

Monday 07 October 2019 , 7:46 AM

 

Ki(d)ss On Sea Level 2080) ,Karya Seniman Tasikmalaya yang Mendunia.((Asop Ahmad/siapbelajar.com)

TASIKMALAYA – SB. Ki(d)ss On Sea Level 2080 Seni tiga dimensi karya Nurul Hayat (45) asal Cipasung Kab. Tasikmalaya menjadi bagian dari Pameran International, Ia salah satu dari tiga perwakilan Indonesia yang mengikuti kegiatan ini selain Jakarta dan Jogjakarta

Pekan kemarin, di Hari Bersih Sampah Sedunia atau lebih dikenal dengan sebutan  Word Cleanup Day (WCD). Acil Aliancah panggilan populer Nurul Hayat, memamerkan karyanya di Pantai Cipatujah disiarkan lewat Live Streaming selama 15 menit serempak di seluruh dunia.

Gerakan ini diinisiasi oleh Micro Galleris dalam merespon perubahan iklim hingga menyebabkan peningkatan air laut seiring mencairnya es di antarika dan Greenland yang diperkirakan akan naik pada 2080. Isu ini lalu direspon Acil dengan karya seninya “Ki(d)ss On Sea Level 2080”. Mengilustrasikan tentang kehidupan manusia masa depan akan berleher panjang dampak meningginya air laut di atas level kewajaran yang menggenangi seluruh daratan di muka bumi

Dalam menuangkan karyanya itu Acil terinsprasi oleh para Wanita Suku Karen di Pedalaman Thailand yang berleher panjang. Secara tradisi mereka mengenakan kalung bertumpuk – tumpuk sejak kecil, semakin panjang leher semakin cantik pula di mata pria. Menurutnya, manusia merupakan makhluk adaptif selalu mengikuti perubahan baik perilaku maupun fisik

Setelah selesai melakukan pameran, Acil berencana melelang karyanya itu melalui kegiatan khusus yang akan melibatkan berbagai komunitas pegiat lingkungan dan sebagian dana hasil penjualan tersebut diperuntukan pada kegiatan – kegiatan pelestarian lingkungan

Prodak yang berbahan dasar Koran bekas itu hanya dibuat 16 buah dan tidak akan diperbanyak. Karena setiap karya yang dibuatnya selalu beredisi khusus termasuk salah satunya adalah “Ki(d)ss On Sea Level 2080”. Karya seni berlevel International ini juga multi fungsi dan dapat digunakan sebagai pot bunga

Kang Acil dan Karya Ki(d)ss On Sea Level 2080.((Asop Ahmad/siapbelajar.com)

Seniman Pegiat Lingkungan

Perjalanan menjadi seniman telah lama dilaluinya sejak di bangku kuliah,  dari teater hingga seorang pelukis dan akhirnya bermetamorfosis sebagai seniman tiga dimensi yang sering mengangkat tema seputar isu – isu lingkungan

“Merubah haluan dalam berkarya untuk seorang seniman merupakan proses yang berat karena harus mengorbankan idealisme. Dan ini adalah sebuah tantangan tersendiri bagi diri saya, berawal dari ketidak tahuan masyarakat dan ketidak berdayaan pemerintah dalam mengelola sampah. Ini bukan berbicara saling menyalahkan tapi ini bagaimana peran kita untuk menjadi solusi dalam penanganannya” kata Acil

Keseriusan Acil dalam menjadi bagian bersama para pegiat lingkungan lainnya ditunjukan dalam karya dan dedikasinya, seperti selalu menggunakan bahan dasar sampah disetiap produknya, membuka pelatihan seni dan edukasi pengelolaan sampah terpadu pada Masyarakat, Pelajar juga Mahasiswa. Setiap minggunya mereka belajar, menimba ilmu dan pengalaman.

Di tempat ini Acil mencurahkan ide – ide kreatifnya. Taman Djaya Thingker dekat Kompleks Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) Singaparna Tasikmalaya

Dalam pergerakan organisasi Acil mendirikan Asosiasi Pengrajin Barang Mantan (APBM) bersama teman – temanya para pelaku seni. Ia juga aktif sebagai pengurus di Komunitas Raksa Lembur sebuah wadah pergerakan lingkungan yang anggotanya terdiri dari berbagai lintas profesi. (Asop Ahmad/siapbelajar.com)

 

 

 

 

.

Comments are closed.