Keterbatasan Sarana, Tak Halangi Siti Hardiyanti Berinovasi

Friday 28 June 2019 , 13:13 PM

Irwandi Siagian, siswa kelas IV SDN 150/X Bukit Tempurung Tanjab Timur sedang foto bersama Stuart Weston, Program Direktur Basic Education Tanoto Foundation saat unjuk karya di Tanjab Timur, beberapa waktu lalu.(Tanoto Foundation)Jambi – Adalah Siti Hardiyanti, guru kelas IV SDN 150/X Bukit Tempurung Tanjab Timur, berinovasi membuat media pembelajaran yang kreatif dan murah. Siti, panggilan akrabnya menjelaskan bahwa setelah dirinya mendapatkan pelatihan program budaya baca program PINTAR Tanoto Foundation, Ia membuat sebuah media pembelajaran yang sederhana untuk memudahkan siswa dalam memahami buku yang telah dibaca, media tersebut Ia namakan Dadu Literasi.

“Cara bermain dadu literasi ini yaitu kita lempar dadu tersebut, lalu keluar tulisan tema, lalu siswa tersebut menjelaskan tema dari buku yang ia baca, kemudian dilempar lagi dan keluar tokoh, siswa kembali menyebutkan tokoh dalam buku tersebut siapa” ujar Siti, panggilan akrabnya, Kamis, (27/6/2019).

Dikatakannya, dadu literasi dibuat dari bahan sederhana, mulai dari kardus bekas, kertas HVS warna putih yang tidak terpakai atau kertas kado dan terakhir lem. “Media tersebut bisa didapatkan di sekitar kita, kardus bekas air mineral maupun kertas bekas di kantor yang belakangnya bisa kita gunakan,” tukasnya.

Setelah menjadi dadu yang dilapisi kertas, tugas berikutnya adalah menulis ke 6 sisi dadu tersebut dengan tulisan Judul, Tokoh, Watak, Amanat, Setting (latar), dan Tema. Dengan bantuan dadu tersebut, siswa yang telah membaca buku cerita dengan mudah menyebutkan isi bacaan.

Irwandi Siagian sedang mempraktikkan cara kerja dadu literasi di depan Wakil Bupati Tanjab Timur, Robby Nahliansyah.(Tanoto Foundation)

Irwandi Siagian, murid kelas IV mengaku senang dengan apa yang dibuat oleh gurunya, “Senang, jadi mudah memahami,” ujar Irwandi, ketika ditanya tentang media pembelajaran dadu literasi tersebut.

Siti Hardiyanti merasa beruntung, apa yang dilakukannya mendapatkan dukungan dari kepala sekolah. Hoiron, kepala sekolah mengaku salut terhadap apa yang dikerjakan oleh guru yang memiliki hobi membaca tersebut, “Ya salut karena mampu memanfaatkan barang bekas menjadi media pembelajaran yang bisa membuat siswa mampu menyampaikan buku yang telah dibacanya, apalagi sarana di sekolah kami terbatas,” ucap Hoiron penuh bangga.

Dukungan yang bagus dari seluruh guru untuk membuat media pembelajaran murah dan berkualitas, Hoiron akan membuat dadu literasi serupa di setiap kelas, “Karena alatnya mudah dibuat dan murah, tahun ajaran baru nanti akan dibuat oleh guru di seluruh kelas dan menjadi program sekolah,” tukasnya.(siapbelajar.com/ Tanoto Foundation)

Comments are closed.