Keterangan Prestasi dari KONI tak Menjamin Lolos PPDB

Friday 17 June 2016 , 2:19 AM
Ilustrasi PPDB

Ilustrasi PPDB

SURAT pernyataan prestasi olahraga yang dikeluarkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung bukan sebuah jaminan bagi siswa untuk diterima di sekolah tujuannya pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bandung 2016. Sejak tanggal 15 Juni 2016, ribuan orang tua siswa mengajukan surat keterangan prestasi olahraga ke KONI Kota Bandung sebagai syarat untuk melakukan pendaftaran ke sekolah.

Ketua Tim Pendataan Surat Keterangan Prestasi KONI Kota Bandung, Lius Risnuwanto mengatakan, pada PPDB tahun 2016, KONI Kota Bandung bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk mengeluarkan surat pernyataan prestasi olahraga. Surat tersebut bisa digunakan siswa untuk mendaftar melalui jalur nonakademik di PPDB tahun 2016.

“Surat yang kami keluarkan berupa rekomendasi, bukan sebagai jaminan lolos dan diterima melalui jalur prestasi olahraga. Dalam surat keterangan tersebut, terdapat skor prestasi yang bisa dijadikan pedoman bagi sekolah memutuskan apakah siswa bersangkutan diterima atau tidak,” ujar Lius saat ditemui di sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Kamis, 16 Juni 2016.

Skor prestasi tersebut dihitung berdasarkan capaian prestasi siswa serta frekuensi siswa mengikuti ajang kejuaraan di cabang olahraga yang bersangkutan. Untuk level kejuaraan sendiri, terdiri dari lima level mulai dari tingkat kecamatan hingga internasional.

“Dari setiap level kejuaraan yang diikuti siswa, memiliki bobot nilai yang berbeda-beda. Dari setiap level kejuaraan memiliki lima bobot nilai sesuai dengan hasil yang diraih. Jadi dari lima tingkatan kejuaraan tersebut, nilai tertinggi yakni 35 poin,” terangnya.

Penetapan skor prestasi tersebut, lanjut Lius, agar penilaian terhadap prestasi olahraga siswa dilakukan seadil-adilnya. Dengan skor prestasi pun, bisa diketahui siswa yang benar-benar merupakan atlet cabang olah raga atau bukan.

“Memang ada polemik karena dengan skor prestasi ini, siswa yang juara di di satu kejuaraan tingkat kota/kabupaten bisa saja skornya kalah oleh siswa yang lebih banyak mengikuti kompetisi meski tidak juara di tingkat kejuaraan yang sama. Jadi logikanya seperti ini, kalau si siswa tersebut benar-benar berprestasi, tidak mungkin dia hanya menjadi juara atau mengikuti kejuaraan di satu turnamen saja. Beda dengan yang benar-benar atlet, pasti akan mengikuti berbegai turnamen untuk meraih hasil maksimal karena juara itu tidak muncul begitu saja tanpa proses,” ujarnya.

Skor prestasi yang diraih setiap siswa, akan terpampang pada website KONI Kota Bandung dan bisa diakses oleh pihak sekolah. Selain itu, akan terpampang juga data-data prestasi siswa yang bersangkutan seperti piagam penghargaan. Dengan demikian, pihak sekolah yang dituju siswa pendaftar tinggal mencocokan data tersebut.

“Namun, untuk penentuan kelulusan melalui skor pretasi dari setiap siswa, sekolah pun harus bersikap adil. Artinya, pihak sekolah harus membandingkan skor prestasi siswa di satu cabang olah raga, tidak secara umum. Pasalnya, setiap cabang olahraga memiliki jumlah kejuaraan yang berbeda setuap tahun dengan level kejuaraan yang berbeda pula,” katanya.

Sementara itu, hingga hari kedua pendataan, KONI Kota Bandung sudah menerima lebih dari 1.500 siswa pemohon surat keterangan prestasi olah raga sebagai bekal persyaratan mendaftar melalui jalur prestasi olah raga pada PPDB Kota Bandung tahun 2016. Jumlah siswa tersebut terdiri dari 760 siswa yang mendaftar ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 759 siswa yang mendaftar ke Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kami sendiri mohon maaf jika pelayanan yang kami berikan belum maksimal dan kondisi seadanya. Kami tidak bisa memberikan yang maksimal, karena kami sendiri masih numpang di gedung milik Pemkot Kota Bandung. Tapi yang pasti, kami akan berusaha semaksimal mungkin melayani,” ucapnya.(pikiran-rakyat.com)

 

Comments are closed.