Kenal Lebih Dekat dengan Peraih Nilai UN ke-4 Nasional

oleh -1 views
Peraih nilai UN tertinggi keempat nasional, Sulistia Fitriaty.(okezone.com)
Arrief Ramdhani
Peraih nilai UN tertinggi keempat nasional, Sulistia Fitriaty.(okezone.com)
Peraih nilai UN tertinggi keempat nasional, Sulistia Fitriaty.(okezone.com)

TIDAK banyak remaja yang sudah memiliki rencana pasti untuk hidup mereka ke depan. Bahkan sebagian besar pelajar merasa bingung untuk menetapkan pilihan jurusan dalam perkuliahan.

Tapi hal ini tidak berlaku bagi Sulistia Fitriaty. Pelajar kelas XII SMAN 39 Jakarta itu sudah memiliki rencana jauh ke depan. Peraih nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi keempat nasional jurusan IPA itu telah menetapkan jurusan perkuliahan hingga jenjang karier yang akan ditekuni selepas perkuliahan.

“Target, saya memang ingin kuliah di Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) sesuai cita-cita saya yang ingin menjadi eksekutif muda. Selain menunggu pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), saya juga masih menunggu pengumuman beasiswa Wali Kota Depok untuk 100 anak,” ujar Sulis ketika berbincang dengan Okezone di kediamannya di Komplek Hankam, Depok, Selasa (20/5/2014).

Bahkan, bungsu dari tiga bersaudara itu sudah menetapkan ingin mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Palang Merah Indonesia (PMI) ITB. Hal itu didasari oleh keinginan Sulis untuk ikut membantu korban bencana.

“Selama ini ingin aktif di PMI. Karena tiap lihat bencana ingin membantu tapi secara finansial dan tenaga tidak mungkin. Kalau lewat PMI kan bisa terorganisir,” ungkapnya ramah.

Kemudian, selepas kuliah, gadis kelahiran Jakarta, 21 Februari 1997 itu bercita-cita menjadi seorang eksekutif muda yang bekerja di sebuah perusahaan makanan internasional. Bahkan, dia berharap bisa mendapatkan beasiswa S-2 untuk kuliah di Australia.

“Cita-cita masa kecil adalah keliling dunia. Tapi setelah ikut komunitas bahasa Inggris di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saya merasa impian itu terlalu cetek. Saya ingin melakukan sesuatu lebih baik. Berubah fokus, bukan keliling dunia, tapi kerja jadi eksekutif muda yang sukses dan bisa membantu orang lain secara finansial. Kemudian keliling dunia jadi bonus,” kata Sulis.

Sebagai orang yang idealis dan penuh target, Sulis sudah siap menghadapi konsekuensi target yang meleset. Namun, dia selalu menghadapi keadaan tersebut dengan tetap berpikir positif dan mencoba move on.

“Ada postif negatif setiap target yang belum tercapai. Negatifnya, belum bisa dicapai dan harus dievaluasi. Positifnya, harus bisa dicari jalan yang lebih baik. Mungkin bukan takdir kita atau bisa dicapai lain waktu. Saya idealis, tapi bukan yang stuck di satu itu. Harus menerima kenyataan. Misalnya gagal ikut lomba, saya bisa berprestasi di bidang lain,” tutur dara berkacamata itu sambil tersenyum.

Dalam kesempatan yang sama, salah seorang kakak Sulis, yakni Isna Nur Aini mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi sang adik. Namun, dia mengimbau agar Sulis tidak berpuas diri dan terus berprestasi.

Alhamdullilah bangga. Tidak cuma keluarga dan teman tapi juga alumni SMAN 39. Tapi jangan takabur. Dengan peringkat empat sensasional masih ada prestasi lainnya yang bisa diraih. Ini bukan apa-apa,” kata Isna.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.