Kemendikbud Siap Salurkan Beasiswa Rp24 T

oleh -4 views
Kemdikbud
Arrief Ramdhani

kemdikbud A

TABUNGAN dana pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang disimpan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) mencapai Rp24 triliun lebih. Dana itu diperoleh dengan menyisihkan sebagian anggaran Kemendikbud sejak 2010. 

Tabungan tersebut, kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, merupakan wujud tanggung jawab pemerintah untuk memastikan keberlanjutan pendidikan anak bangsa hingga jenjang tertinggi. Nantinya, tabungan tersebut akan disalurkan kepada para pelajar Indonesia yang membutuhkan dana pendidikan.

“Cita-citanya, agar adik-adik bisa kuliah di mana saja tanpa harus mengemis biaya kuliah, karena sudah disediakan negara,” kata Nuh, seperti dilansir laman Kemendikbud, Senin (7/7/2014).

Nuh memaparkan, untuk menyalurkan dana abadi pendidikan tersebut, pemerintah sudah menyiapkan tiga skema. Pertama, beasiswa. Mengambil porsi hingga 70 persen, beasiswa akan disalurkan melalui tiga jalur yakni beasiswa presiden, beasiswa pemerintah, dan beasiswa afirmatif.

Melalui beasiswa presiden (Presidential Scholarship), pemerintah menjamin biaya kuliah pelajar yang lulus di 50 perguruan tinggi elite dunia. Nuh menjamin, beasiswa ini akan tetap diberikan meskipun presiden Indonesia berganti.

“Kita hargai institusi presiden. Karena dia paling top (dalam pemerintahan). Dengan adanya ini anak-anak Indonesia pun bangga karena menerima beasiswa dari presiden,” imbuhnya.

Beasiswa pemerintah diberikan kepada mereka yang ingin menempuh studi lanjutan; baik itu pegawai negeri sipil, dosen atau masyarakat umum. Untuk mendapatkan beasiswa ini, masyarakat Indonesia bisa mendaftar ke perguruan tinggi mana pun.

Sedangkan beasiswa afirmatif akan diberikan khusus kepada lulusan Bidikmisi yang memenuhi syarat untuk melanjutkan ke S-2 atau S-3.

Selain beasiswa, kata Nuh, dana abadi pendidikan juga akan dipakai untuk penelitian kebijakan nasional dan rehabilitasi infrastruktur akibat bencana.

“Tabungan ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban pemerintahan 2009-2014 ke pemerintahan berikutnya. Semoga hingga 2045 di mana generasi emas memegang tampuk kepemimpinan, tabungan tersebut terus bertambah,” ujar Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.