Kemendikbud Revitalisasi SMK Berdasarkan Kebutuhan Daerah

oleh -2 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Rajasa mengoperasikan mesin bubut di Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT), Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/2).(antaranews.com)
Ilustrasi

PEMERINTAH melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melakukan revitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK) sesuai kebutuhan dan potensi daerah masing-masing.

Hal ini bertujuan membatasi banyaknya SMK baru yang bermunculan. Sehingga, menimbulkan ketidakseimbangan angka kenaikan jumlah lulusan.

banner 728x90

Banyak di antara lulusan yang tidak dibutuhkan, tapi diminati oleh masyarakat. Sedangkan lulusan yang dibutuhkan justru berkurang. Pada akhirnya, lulusan akan banyak yang berpindah tempat mencari pekerjaan di kota lain.

“Padahal, potensi daerahnya banyak. Namun, belum ada kesadaran untuk mengolah potensi daerahnya,” ujar Direktur Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah (Ditjen Dikmen), Mustaghfirin Amin, di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, kemarin.

Dia melanjutkan, jika potensi daerah tidak ditangani oleh para lulusan SMK maka berkorelasi pada tingkat urbanisasi yang tinggi. Sebab, tidak ada lapangan kerja di daerah tersebut.

“Kita harus menciptakan lapangan pekerjaan di daerahnya masing-masing. Supaya ada pemerataan kesejahteraan. Ini juga berkorelasi dengan penyediaan tenaga siap pakai dari SMK,” ucapnya.

Mustaghfirin mengakui ada 12.696 SMK dengan sembilan bidang dan 46 program. Tak hanya itu, juga disediakan 128 paket keahlian pada siswa, baik sekolah negeri maupun swasta.

“Tidak ada dikotomi lagi, semua kita urus sama. Tapi ya gitu, sebarannya masih di Pulau Jawa,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, penyediaan SMK sesuai potensi daerahnya sudah dilakukan sejak beberapa tahun belakangan. Namun, jelas dia, tahun ini akan ada revitalisasi SMK lebih baik.

Dicontohkan pada Pulau Sebatik dan Kerayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. SMK di wilayah tersebut akan mengerjakan dan mengolah potensi.

“Sebab, wilayah ini akan jadi kota jasa, kelautan. Makanya akan ada revitalisasi dan memperkuat jurusan yang ada,” tuturnya.

Revitalisasi ini dengan penambahan guru sesuai kebutuhan daerah. Penyediaan bahan dan materi workshop SMK serta sertifikasi lulusan SMK, harapannya juga cukup, sebab ada dukungan dari pemerintah. Tak hanya itu, kedatangan perwakilan Vietnam kemarin untuk belajar mendirikan SMK memotivasi SMK untuk lebih baik.

“Mau ikut belajar, mereka belajar dari yang sedang belajar. Jadi, kita tidak boleh nantinya ketinggalan,” katanya.(news.okezone.com)