Kemendikbud: Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Antikorupsi

oleh -1 views
KEPALA Sekolah SMPN 13 Bandung, Nandi Supriyadi (dua kanan) membubuhkan tanda tangan pada acara Deklarasi Anti Korupsi dan aksi 1000 Tanda Tangan Dukung Pemberantasan Korupsi, di lapangan SMPN 13 Bandung, Jalan Mutiara Buah Batu Bandung, Senin (7/12/2015), diikuti guru, karyawan dan 1.143 siswa-siswi.(pikiran-rakyat.com)
Arrief Ramdhani
KEPALA Sekolah SMPN 13 Bandung, Nandi Supriyadi (dua kanan) membubuhkan tanda tangan pada acara Deklarasi Anti Korupsi dan aksi 1000 Tanda Tangan Dukung Pemberantasan Korupsi, di lapangan SMPN 13 Bandung, Jalan Mutiara Buah Batu Bandung, Senin (7/12/2015), diikuti guru, karyawan dan 1.143 siswa-siswi.(pikiran-rakyat.com)
KEPALA Sekolah SMPN 13 Bandung, Nandi Supriyadi (dua kanan) membubuhkan tanda tangan pada acara Deklarasi Anti Korupsi dan aksi 1000 Tanda Tangan Dukung Pemberantasan Korupsi, di lapangan SMPN 13 Bandung, Jalan Mutiara Buah Batu Bandung, Senin (7/12/2015), diikuti guru, karyawan dan 1.143 siswa-siswi.(pikiran-rakyat.com)

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan komitmennya Membentuk Generasi Antikorupsi Sejak Dini dalam acara Festival Anak Jujur 2016.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Karakter Kemendikbud, Arie Budiman menilai, salah satu cara mewujudkan generasi antikorupsi yakni melalui pendidikan karakter sejak dini.

“Sesuai mandat Nawacita, Kemendikbud laksanakan pendidikan karakter. Agar anak Indonesia memiliki karakter baik dan memiliki keungguan di lingkungan global,” kata Arie saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi dalam acara Festival Anak Jujur 2016 di Eco Convention, Ancol, Jakarta, Rabu (31/8).

Ia meyakini, pendidikan karakter merupakan tanggung jawab keluarga, sekolah, dan lingkungan. Ia berujar, Kemendikbud beruntung menjadi bagian dalam menumbuhkan bangsa dan negara yang memiliki anak-anak dengan keunggulan olah kaki, olah pikir, dan olah raga.

Dihadapan sekitar 600-an orang tua bersama anaknya, Arie mengajak bersama-sama menyiapkan generasi emas yang punya kompetisi unggul di abad 21.

“Karakter baik yaitu yang memiliki kejujuran fundamental, semoga bangsa Indoneska akan miliki generasi itu,” ujar Arie.

Festival Anak Jujur 2016  pertama kali digelar untuk membentuk generasi antikorupsi sejak dini. Festival ini merupakan kerja sama antara KPK, Kemendikbud dan praktisi pendidikan. Festival ini diikuti oleh 3.600 anak dari 50 taman kanak-kanak (TK) dan 50 SD se-Jakarta. Peserta terbagi menjadi enam sesi yang diselenggarakan dalam dua hari.

Ada tiga zona kegiatan yang diselenggarakan, yakni zona literasi, zona musik dan budaya, serta zona permainan. Zona Literasi akan menyajikan beberapa kegiatan, antara lain mendongeng, diskusi buku, eksperimen sains, membatik dan menggambar. Kegiatan tersebut dibagi dalam tiga kegiatan utama, yakni Pojok Pojok Cerita, Pojok Gambar dan Pojok Kriya.

Sementara pada Zona Bermain, akan menyediakan tiga kegiatan utama, yakni Taman Bermain yang diperuntukkan bagi anak usia 4-6 tahun. Bandar Kumpul, diperuntukkan bagi anak sekolah dasar; dan Bale Kreasi yang akan mengajak anak-anak berkreasi membuat aneka mainan dari bahan yang mudah didapat.

Sedangkan pada Zona Musik dan Budaya, akan menampilkan sejumlah pertunjukan seni dan budaya yang sarat akan nilai-nilai integritas.( republika.co.id)