Kemenag Sarankan Pembinaan Manasik Online

oleh -4 views

Pemerintah Indonesia sudah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah haji 1442 H/2021 M. Gayung bersambut, Pemerintah Arab Saudi juga membatasi jemaah haji tahun ini hanya untuk warga negaranya dan ekspatriat yang tinggal di sana.

Meski demikian, pembinaan manasik bagi jemaah tetap berjalan, tanpa harus menunggu kondisi normal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Mewakili Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Sesditjen PHU Ramadhan Harisman berharap Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tetap memberikan bimbingan manasik kepada jemaah, meski ada penundaan keberangkatan.

“KBIHU juga dapat menjadi pioneer untuk adanya pembinaan manasik dengan mengunakan system jarak jauh (online) atau menggabungkan antara pembinaan online dan tatap muka (offline) di masa pandemi Covid 19,” terang Ramadhan saat membuka Peningkatan Peran KBIHU di Era New Normal, di Bogor, Rabu (16/6/2021).

“Sehingga, pembinaan manasik tetap dapat dilaksanakan tanpa harus
menunggu kondisinya normal,” sambungnya.

Menurutnya, Kemenag telah menyiapkan Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah di masa Pandemi. Buku ini memberikan pedoman kepada Jemaah dalam melaksanakan haji dan umrah dengan berbagai alternatif pendapat dan keringanan (rukhsah) tanpa harus mengurangi dan menghilangkan substansi atau nilai pelaksanaan ibadahnya.

“Buku ini bisa juga digunakan KBIHU dalam pelaksanaan manasik secara online,” jelasnya.