Kemenag Perkuat Kompetensi Kepala MA Keterampilan

oleh -5 views

Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama mengumpulkan sejumlah Kepala Madrasah Aliyah (MA) Plus Keterampilan di Bandung. Mereka diikutkan dalam Workhsop Penguatan Kompetensi Kepala MA Plus Keterampilan.

Direktur GTK Madrasah M Zain menilai penguatan kompetensi ini sebagai langkah strategis untuk mengembangkan MA Plus Keterampilan. “Kepala MAN memiliki posisi sentral dalam menciptakan kultul akademis di madrasah, sehingga para guru semakin kreatif dalam membuat content-content pembelajaran,” terang M Zain di Bandung, Jumat (27/11).

“Kepemimpinan yang baik akan mendorong semangat guru MA Plus Keterampilan dalam mengembangkan potensi dan karier mengajarnya,” lanjutnya.

Menurut M Zain, kehadiran MAN Plus Kererampilan atau vokasional sangat penting di tengah pandemi Covid 19. Peserta didik sedini mungkin harus diberi pengetahuan entrepreneurship. “Sehingga mereka nantinya tidak sekedar job seeker, pencari kerja tetapi sebagai job kreator, pencipta kerja,” tuturnya.

Zain melihat, minat masyarakat terhadap madrasah terus meningkat. Trend madrasah sebagai tempat belajar dan menanamkan karakter baik juga semakin positif. Hal ini menjadi peluang yang harus terus dikembangkan.

Perkembangan yang saat ini terjadi di madrasah, kata Zain, mengafirmasi prediksi Karel Steenbrink dalam bukunya, ‘Pesantren, Madrasah dan Sekolah, Pendidikan Islam dalam Kurun Modern,’. Dalam buku terbitan LP3ES tahun 1986 ini, Steenbrink menjelaskan bahwa pilar pendidikan Islam di Indonesia ditentukan oleh pesantren, madrasah, dan sekolah.

“Seakan Prof Steenbrink sudah memprediksi bahwa ke depan, pilihan pendidikan yang pertama dan diminati masyarakat adalah pesantren dan madrasah,” tandasnya. (kemenag)