Kemdikbud Targetkan 2015 Implementasi Kurikulum 2013 Rampung

oleh -18 views
kemdiknas.go.id
Arrief Ramdhani
kemdiknas.go.id
kemdiknas.go.id

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menargetkan implementasi Kurikulum 2013 akan berjalan di setiap satuan pendidikan pada tahun 2015.

“2015 ditargetkan Kurikulum 2013 100 persen sudah diimplementasikan. Tidak ada lagi yang terbatas,” kata Sekretaris Balitbang Kemdikbud Hendarman pada Peluncuran Implementasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri 68 Jakarta, Senin (15/7).

banner 728x90

Menurut Hendarman Kurikulum 2013 yang dimulai pada tahun ini tidak diberlakukan di seluruh satuan pendidikan. Kurikulum 2013 seperti yang disampaikan Mendikbud Mohammad Nuh dilakukan secara bertahap dan terbatas.

Untuk SD, kurikulum tematik-integratif ini diterapkan hanya untuk kelas 1 dan 4. Untuk SMP hanya kelas VII SMP, dan untuk SMA hanya kelas X. Sedangkan tahun depan (2014) dimulai untuk kelas  2 dan 5 SD, VIII SMP, dan XI SMA. Sehingga 2015 sudah rampung untuk kelas 3 dan 6 SD, IX SMP, dan XII SMA.

“Tahun ini 6326 sekolah di 295 kabupaten/kota 33 provinsi yang menjadi sasaran Kurikulum 2013,” tuturnya.

Selain, sekolah sasaran, Hendarman melanjutkan, ada juga sekolah mandiri yang mengajukan diri untuk melaksanakan Kurikulum 2013. Ia mengungkapkan ada 1006 sekolah mandiri  yang ingin melaksanakan Kurikulum 2013. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di Kalimantan Timur (Kaltim), DKI Jakarta, dan 14 kabupaten/ kota lainnya.

“Mereka yang mengajukan mandiri sudah lapor ke kementrian dan akan mendapat bahan evaluasi dari Kemdikbud,” kata dia.

Karena mandiri, ia melanjutkan, maka sekolah tersebut sudah siap untuk membiayai sendiri pelatihan guru dan pengadaan buku-buku Kurikulum 2013 secara mandiri dengan menggunakan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) atau Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Terkait pelatihan guru, Hendarman menambahkan, pemerintah sudah melakukan diklat Kurikulum 2013 pada 61074 guru yang terdiri dari 572 instruktur nasional, 4740 guru inti, dan 55362 guru sasaran. “Diklatnya sudah selesai. Selama diklat ada pre dan post test dan hasilnya cukup signifikan,” katanya.

Untuk buku yang digunakan baik untuk siswa dan guru, tutur Hendarman, sudah dicetak dan dikirim ke sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto menuturkan terdapat 72 SD, 31 SMP, 90 SMA, dan 55 SMK di DKI Jakarta yang menjadi sekolah sasaran Kurikulum 2013.  Sedangkan sekolah mandiri ada 4 SD, 589 SMP, 293 SMA, dan 173 SMK.

Ia pun menegaskan bagi sekolah mandiri,  pengadaan buku tidak dibebankan kepada orang tua murid tapi dibebankan pada BOP dan BOS selama masih memungkinkan. “Tentunya sekolah mandiri yang mengajukan itu sudah merancang darimana biaya buku atau pelatihan gurunya,” katanya.(republika.co.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.