Kemdikbud Lakukan Evaluasi terhadap Semua Sekolah Internasional

oleh -3 views
Mendikbud, Muhammad Nuh
Arrief Ramdhani
Mendikbud, Muhammad Nuh
Mendikbud, Muhammad Nuh

UNTUK menyelesaikan kasus tindak asusila di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jakarta International School (JIS), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bertekad melakukan kerja sama dan koordinasi dengan Kepolisian RI. Selain itu, Mendikbud Mohammad Nuh juga telah membentuk tim khusus yang terdiri dari perwakilan Inspektorat Jenderal dan direktorat-direktorat di lingkungan Kemdikbud untuk melakukan audit dan evaluasi terhadap semua sekolah internasional di Indonesia.

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan Kapolri untuk memastikan ini (kasus TK JIS) harus dituntaskan betul,” tegasnya saat jumpa pers di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, (25/04/2014).

banner 728x90

Ia juga menyatakan ketidaksetujuannya terhadap penggunaan kata “pelecehan seksual” dalam memaknai kasus TK JIS. Menurutnya, kasus JIS menyangkut nilai-nilai kemanusiaan yang sangat fatal. “Saya tidak setuju ada istilah pelecehan seksual, tapi pelecehan kemanusiaan,” ujar Mendikbud.

Karena itu, selama masa transisi penutupan TK JIS, yaitu sambil menunggu tahun ajaran baru mulai lagi dalam 1-2 bulan ke depan, Kemdikbud akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada penyimpangan lagi. Pengawasan dan evaluasi juga akan dilakukan terhadap seluruh sekolah internasional di Indonesia. Berdasarkan data di Kemdikbud, terdapat 111 sekolah internasional di Indonesia. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di 14 provinsi.

Provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi yang paling banyak memiliki sekolah internasional, yaitu sebanyak 41 sekolah. Mendikbud mengatakan, sekolah internasional di Indonesia ada yang berupa sekolah diplomatik, yaitu sekolah yang hanya menerima peserta didik berkewarganegaraan asing yang orang tuanya merupakan diplomat yang bertugas di Indonesia. Sekolah diplomatik ini tidak menerima siswa Indonesia.

“Beda dengan JIS. Mereka menerima anak-anak Indonesia. Ini yang harus kita audit. Sehingga tim audit kita nanti akan mengecek kembali semua status sekolah internasional,” katanya.

Ia juga menambahkan, ada juga sekolah asing yang menggunakan skema kerja sama karena sekolah asing tidak boleh berdiri di Indonesia tanpa menyelenggarakan kerja sama dengan penyelenggara pendidikan di Indonesia. Kasus kemanusiaan di TK JIS, tutur Mendikbud, menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap status sekolah internasional, sekaligus evaluasi untuk memberikan perlindungan kepada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.(kemdikbud.go.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.