Kegiatan Berbasis Penelitan di SMP Rendah
Kebanyakan Masih Menghafal Teori dan Rumus

oleh -2 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

PEMBELAJARAN di jenjang SMP belum memenuhi tuntutan pembelajaran high order thinking (berpikir tingkat tinggi), sebagaimana digariskan Kurikulum 2013.

Di antara aktivitas pembelajaran yang menuntut berpikir lebih tinggi adalah kegiatan berbasis penelitian. Di sekolah siswa cenderung masih banyak menghafal teori dan rumus.

Dirjen Pendidikan Dasar Kemendikbud Hamid Muhammad menuturkan, salah satu indikator minimnya aktivitas penelitan adalah di Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) Nasional tingkat SMP yang baru saja usai.

Hamid mengatakan dari total jumlah SMP yang mencapai 36 ribu, yang mendaftar di LPIR hanya sekitar 1.100 unit sekolah dan yang lolos babak final sejumlah 100-an sekolah.

“Tentu bisa disimpulkan, jumlah sekolah yang memiliki budaya atau aktivitas penelitian disekolahnya masih rendah,” terang Hamid di Jakarta kemarin.

Hamid menuturkan dalam Kurikulum 2013 aktivitas penelitian sudah mulaindi tanamkan sejak di tingkat SD. Mulai dari jenjang dasar itu, siswa sudah diajak guru untuk melakukan aktivitas observasi di luar kelas. Menurut dia, aktivitas observasi ini merupakan kegiatan penelitian tingkat permulaan.

Hamid menjelaskan guru-guru di SMP memang masih butuh dilatih. Sehingga semangat pembelajaran berbasis kurikulum 2013 dapat berjalan dengan baik. “Pembelajarn tidak berhenti membuat siswa menghafal rumus dan fakta-fakta atau teori,” katanya.

Tetapi lebih dari itu, siswa juga harus bisa belajar hingga kegiatan analisis dan mengambil kesimpulan. “Kegiatan analisis dan mengambil keputusan itu dilakukan dengan penelitian,” ujar dia.

Hamid mentakan tahun depan akanbterus mengevaluasi kegiatan peneliian di SD hingga SMP. Sebab jika kegiatan penelitian ilmiah di level SD hingga SMP sudah tumbuh subur, akan merembet di tingkat atasnya yakni SMP sampai perguruan tinggi.(jpnn.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.