Kebudayaan Jadi Salah Satu Pilar Pembangunan Nasional

oleh -2 views

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menjadi tuan rumah sidang pertemuan regional kawasan Asia-Pasifik menuju United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) Mondiacult 2022 yang digelar secara hybrid di Jakarta Convention Center, pada 11 sampai 12 Januari 2022. Sidang pertemuan ini diselenggarakan untuk merancang agenda global yang baru mengenai kebijakan bidang kebudayaan pascapandemi Covid-19.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan Asia-Pasifik merupakan wilayah dengan tingkat keberagaman budaya yang tinggi di mana terdapat 48 negara dengan 17 zona waktu yang berbeda-beda.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

“Melalui kolaborasi regional ini, saya yakin kita akan melangkah maju menuju masa depan yang berkelanjutan di mana menggunakan istilah yang digunakan oleh Mr. Ernesto Ottone, manusia dan kebudayaannya diletakkan sebagai inti dari pembangunan,” terang Nadiem.

Dalam pertemuan ini, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid yang memimpin jalannya pertemuan yang diikuti oleh 30 Negara kawasan Asia Pasifik ini memulai acara  dengan pemilihan wakil ketua untuk membantu jalannya sidang pertemuan.

“Ketiga puluh Negara ini mewakili lebih dari 60 persen negara kawasan Asia Pasifik, juga di sini ada 28 organisasi kemasyarakatan internasional dan lembaga-lembaga antarpemerintah lainnya,” ucapnya.

Hilmar mengundang para partisipan untuk mengungkapkan pendapatnya dalam acara ini. “Akan ada pendapat yang disampaikan lisan, dan ada yang memberi pernyataan tertulis. Negara-negara yang menyampaikan pendapat adalah dari kawasan Pasifik terlebih dahulu karena adanya perbedaan zona waktu,” tutur Hilmar.

Mewakili Pemerintah Indonesia, Sekretaris Jenderal Kemendikburistek, Suharti mengatakan di Indonesia, kebudayaan adalah salah satu pilar kunci pembangunan nasional. “Konstitusi jelas menugaskan Negara Indonesia untuk memajukan budaya Indonesia di tengah-tengah peradaban internasional dengan cara menjamin kebebasan masyarakat untuk mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai budaya bangsa,” ucap Suharti.

Suharti juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki dua Undang-undang (UU) untuk mengatur perlindungan dan pelestarian warisan budaya takbenda dan benda. “UU ini adalah kerangka hukum yang solid untuk pemajuan kebudayaan. Banyak yang telah dilakukan untuk pemajuan kebudayaan, tapi belum banyak yang dilakukan untuk mengukur pencapaian yang kita pikir paling penting. Kami sadar kebudayaan memainkan peranan penting dalam pembangunan keberlanjutan,” ucapnya.