Kebijakan Unik Bidang Pendidikan di Purwakarta

oleh -5 views
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi
Arrief Ramdhani
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi terkenal dengan kebijakan-kebijakan unik di bidang pendidikan. Belum lama ini, ia berencana mengganti nama seluruh sekolah di kabupaten tersebut dengan nama tokoh Sunda.

Dedi beralasan ingin meneruskan semangat para tokoh tersebut ke generasi muda Purwakarta. Selain penggantian nama sekolah, ia juga memiliki berbagai kebijakan tidak umum lainnya.

banner 728x90

Dedi pernah mengeluarkan kebijakan penghapusan jenjang SMP di daerah yang dipimpinnya tersebut. Menurutnya, sistem pendidikan Indonesia tidak mengenal jenjang menengah pertama, hanya pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Konsep tersebut sudah dijalankan sejak tahun lalu meski belum berlangsung secara keseluruhan.

Kebijakan lainnya adalah melarang semua guru di Purwakarta membawa buku. Para guru diminta mengajar dengan ilmu yang mereka miliki.

Menurut Dedi, kebijakan ini lahir sebagai terobosan untuk mewujudkan pendidikan sebagai peradaban. Dia menilai perlu ada kesatuan antara guru dan siswa yang memudahkan proses transformasi ilmu. Misalnya, guru bisa mengajar tanpa selalu mengejar target dan lebih fokus pada upaya menyampaikan ilmu agar terserap dengan baik oleh siswa.

Program pendidikan lain di Purwakarta adalah satu toilet untuk satu kelas dan tujuh hari pendidikan istimewa. Selain itu, Dedi juga menyatakan di lingkungan sekolah sudah tidak ada lagi kantin dan pedagang makanan. Langkah ini ditempuh untuk menjaga kadar gizi makanan yang dikonsumsi siswa.

Sebagai gantinya, Dedi meluncurkan Program Belajar Purwakarta Tangguh dengan memberikan makanan daging, telur, dan susu setiap bulan kepada siswa SD. Sementara pada hari lainnya, pelajar Purwakarta harus membawa bekal makan yang dibuatkan orangtuanya.(news.okezone.com)