Kartu Indonesia Pintar Belum Sentuh Ribuan Siswa Miskin

oleh -15 views
Kemendikbud Ajak Penerima KIP Segera Daftar Ke Sekolah.(kemdikbud.go.id)
Arrief Ramdhani
Kemendikbud Ajak Penerima KIP Segera Daftar Ke Sekolah.(kemdikbud.go.id)
Kemendikbud Ajak Penerima KIP Segera Daftar Ke Sekolah.(kemdikbud.go.id)

SEBANYAK 6.465 anak sekolah dari berbagai jenjang mulai SD sampai dengan SMA dan sederajat di Ciamis belum memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP). Tanda dukungan program tersebut, siswa tersebut dalam posisi rawan drop out. Masih banyaknya siswa sekolah belum memiliki KIP tersebut, merupakan hasil pendataan langsung yang dialkukan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Pendataan tersebut dilakukan hingga pertenghan bulan Juli 2016.

“Hasil pendataan terakhir, medio Juli 2016, ada 6.465 siswa belum memiliki KIP. Hasil tersebut khusus warga keluarga miskin yang masuk program PKH. Tanpa memiliki KIP, siswa tersebut sudah dapat dipastikan akan rawan drop out,” kata Koordinator PKH Ciamis, Indra maulana, Rabu 20 Juli 2016.

Dia memperkirakan, jumlah siswa yang belum menerima KIP lebih banyak, karena tidak semua keluarga miskin dan sangat miskin masuk dalam PKH. Hasil pendataan peserta PKH yang saat ini masih berstatus pelajar mencapai 18.245 orang. Dari jumlah tersebut yang sudah memegang atau menerima KIP sebanyak 11.789 siswa.

Dari 26 kecamatan, lanjutnya, sebagian siswa tidak memiliki KIP, paling banyak ditemukan di Kecamatan banjarsari mencapai 485 siswa, Kecamatan Ciamis sebanyak 470 siswa, Panumbangan 460 siswa, Cikoneng mencapai 307 siswa. Sedangkan sisanya tersebar di berbagai kecamatan.

“Dengan demikian masih banyak yang belum mengantongi KIP. Kami juga masih menelusuri, apakah KIP tersebut masih dalam proses distribusi atau hal lain. Apabila masih dalam perjalanan atau belum sampai, maka tinggal menunggu waktu. Persoalannya, apabila memang tidak ada KIPnya,” jelas Indra Maulana.

Indra mengatakan tanpa ada KIP, siswa hanya dijamin oleh Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Selain itu, juga bantuan dari PKH yang diterima setahun sekali, untuk siswa SD sebesar Rp 450.000, SMP Rp 750.000 dan SMA/sederajat sebesar Rp 1 juta.

“Besaran bantuan tersbeut untuk satu tahun. Memang sekolah gratis, akan tetapi siswa juga membutuhkan biaya untuk membeli buku, pakaian atau seragam sekolah dan lainnya. Sehingga tidak memungkinkan apabila hanya mengandalkan BOS maupun PKH,” katanya.

Hasil pendataan oleh pendamping PKH, lanjutnya, bakal diserahkan kepada instansi terkait, yakni Dinas Pendidikan serta kementerian Agama Ciamis. Data tersebut memuat nama berikut alamat.

Bupati Ciamis Iing Syam Arifin mengatakan, untuk membantu warga miskin atau tidak mampu, Pemerintah Kabupaten Ciamis mengeluarkan program Kartu Calakan. Keberadaan kartu tersebut, juga dimaksudkan untuk menjaring siswa yang tidak mendapat KIP.

“Kami punya program Kartu Calakan, bantuan khusus tersebut untuk mengantisipasi atau meanggulangi siswa yang RDO maupun Drop Out. Kami berharap seluruh siswa dapat menuntaskan sekolah sesuai wajib belajar 12 tahun,” tuturnya.( pikiran-rakyat.com)