Karang Taruna Masuk Tim Pengembang Sekolah

oleh -14 views
Karyono (paling kiri) bersama siswa tim seni budaya ‘Lengser’ menyambut tamu sekolah.(prioritaspendidikan.org)
Arrief Ramdhani
Karyono (paling kiri) bersama siswa tim seni budaya ‘Lengser’ menyambut tamu sekolah.(prioritaspendidikan.org)
Karyono (paling kiri) bersama siswa tim seni budaya ‘Lengser’ menyambut tamu sekolah.(prioritaspendidikan.org)

SEKOLAH membutuhkan lapangan untuk upacara dan kegiatan olahraga. Sementara areal sekolah sangat sempit. Maka, komite sekolah dan tim pengembang sekolah berembuk mencari solusi. Muncullah usulan untuk menyewa tanah kosong dekat sekolah.

Muncul juga kesediaan Karang Taruna Desa Bugelalis untuk membantu sekolah. Demikian kata Karyono, ketua komite SDN Bugelalis, Ciawi, Tasikmalaya. Karyono mengaku, setelah mengikuti program pelatihan MBS dari USAID PRIORITAS, ia mendapat inspirasi cara menumbuhkan peran serta masyarakat bagi kemajuan sekolah.

“Sekarang sekolah telah membentuk tim pengembang sekolah. Anggotanya terdiri atas sepuluh orang  yang meliputi kepala sekolah (Uci Sanusi), komite sekolah (Karyono dan Amin), guru (Enjid, Yuyun, dan Maman), dan dibantu oleh tokoh masyarakat, termasuk karang taruna (Ohan, Empep Suryatman, Dedi, dan Yana),” papar Karyono.

Dian Rindiana, UPTD Ciamis yang juga fasilitator daerah (fasda) USAID PRIORITAS bidang MBS, menilai komite sekolah SDN Bugelalis sebagai kompak dan mendukung penuh kemajuan sekolah. “Komite SD Bugelalis sangat eksis. Sepuluh anggota tim pengembang sekolah ini begitu tulus membantu kemajuan sekolah. Mereka banyak berkorban untuk sekolah,” tutur Dian.

Karyono lebih jauh menjelaskan bahwa potensi peran serta masyarakat sebenarnya sudah ada sejak lama.

“Masyakarat di sini setiap panen hasil pertanian selalu menyisihkan sebagian hasil panen untuk sumbangan ke sekolah. Setelah ada pembinaan dari USAID PRIORITAS, potensi sumbangan masyarakat itu dikelola sedemikian rupa agar lebih efisien dan mendukung kualitas pembelajaran,” ujar Karyono.

Karyono menjelaskan bahwa pengadaan lapangan olahraga/upacara itu terwujud atas kerja sama dengan karang taruna dan pemerintah desa.  “Sudah ada komitmen dengan pemilik tanah. Pihak karang taruna akan menyewakan tanah itu untuk digunakan secara bersama oleh sekolah dan pemuda desa,” ucap Karyono. Ia menambahkan, karang taruna ikut berperan dalam melatih olahraga dan pengembangan budaya lokal di sekolahnya.

Komite sekolah juga sudah menyusun program pengadaan perpustakaan sekolah guna mendukung budaya baca. Menurut Karyono, pihak komite sudah bersepakat dengan kepala sekolah untuk alih fungsi rumah dinas kepala sekolah menjadi perpustakaan dan ruang unit kesehatan sekolah.  “Kami akan segera merehab rumah dinas itu. Sudah ada komitmen dari dinas pendidikan Tasikmalaya untuk bantuan perpustakaan,” ujar Karyono.(prioritaspendidikan.org)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.