Kamus Umum Basa Sunda Diluncurkan

oleh -48 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

YAYASAN Rancage bekerjasama dengan Universitas Padjajaran (Unpad) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat buku Kamus Umum Basa Sunda dalam rangka memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional 2015.
Perwakilan Yayasan Rancage, Dadan Sutisna, menyebut Kamus Basa Sunda ini agar ada satu rujukan kamus oleh masyarakat Sunda dalam menggunakan Bahasa Sunda, sebagaimana di Indonesia ada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

“Inggris William Webster, Belanda Van Del, semacam babon, untuk Bahasa Sunda belum ada, salah satu syarat kamus babon harus ada pembaruan kamus secara periodik, seperti KBBI 4 tahun sekali. Kita malah 40 tahun baru ini dibuat lagi, jadi paling tidak 5 tahun ke depan ada pembaruan,” paparnya saat ditemui di Kampus Unpad Jalan Dipati Ukur, Sabtu (21/2).

banner 728x90

Sementara itu, Rektor Unpad, Ganjar Kurnia mengatakan, dengan dibuatnya buku Kamus Umum Basa Sunda ini langkah penting yang di-backup oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pada 2015 ini pihaknya bisa menerbitkan buku kamus utama bahasa Sunda yang terdiri dari 150 ribu entri, 10 ribu halaman dan terdiri dari 6 jilid.

“Saya rasa ini langkah monumental yang mungkin tidak ada di tempat-tempat yang lain, karena dengan cara seperti itu, kalaupun suatu saat bahasa Sunda itu sudah tidak digunakan lagi, tapi kita masih punya catatannya bahwa di masa yang lalu kita masih punya bahasa kata,” paparnya.

Dia menambahkan, Bahasa Sunda sangat kaya, terbukti dalam kamus itu terdapat 150 ribu entri yang perlu dipublikasikan. Masyarakat Jawa Barat juga belum memahami secara penuh Bahasa Sunda.

“Ternyata setelah dikumpulkan ada 150 ribu, ini sesuatu yang sangat kaya yang kita miliki. Saya yakin juga banyak hal yang tidak bisa diterjemahkan, misalnya anjeucleu, brebet lumpat, gog nagog dan lainnya, nanti kita diskusikan,” terangnya.

Dengan peluncuran Kamus tersebut, menurutnya salah satu upaya untuk mengglobalisasi bahasa daerah ke masyarakat dunia. Hal ini merupakan langkah pertama untuk mengenalkan bahasa-bahasa daerah khususnya bahasa Sunda.

“Mungkin nanti kita punya Si Kabayan dalam bahasa Arab, Si Kabayan dalam Bahasa Rusia sebagaimana orang lain juga menerjemahkan,” ucapnya.

Sementara itu, dalam acara tersebut, hadir pula Wakil Gubernur Jawa Barat. Menurut , Deddy Mizwar Kamus Umum Basa Sunda sangat penting dan harus dilestarikan. Ke depan pihaknya berharap, di Jawa Barat bisa menggelar acara kongres Bahasa Daerah.

“Karena ini kekayaan yang luar biasa. Seandainya nanti tidak ada lagi yang bisa menggunakan bahasa Sunda nanti kita punya dokumen, siapapun nanti bisa menggali dan mengembangkannya, tapi kalau gak ada ini hilang dan habis semuanya,” paparnya.

Meski masih menjadi wacana, namun ia sangat berharap kongres Bahasa Sunda perlu dilakukan. Menurutnya, Jabar harus bisa berkontribusi untuk Indonesia dalam masalah kebahasaan daerah Nusantara. (inilahkoran.com)