Kampus Berbasis Riset Butuh Biaya Tinggi

oleh -3 views
Ilustrasi.
Arrief Ramdhani
Ilustrasi.
Ilustrasi.

KEGIATAN penelitian menjadi salah satu kegiatan yang bisa membawa kampus ke kelas dunia. Namun untuk menerapkan kampus berbasis riset juga bukan perkara mudah, pasalnya biaya yang dibutuhkan cukup tinggi.

“Kampus berbasis riset itu bagus tapi terlalu mahal jika harus diterapkan di Indonesia,” ungkap Rektor President University, Dr Jony Octavian Haryanto, SE, MM, MA dalam acara media briefing di The Polo Club, Jakarta, belum lama ini.

Jony sendiri ingin menerapkan Applied Research University di kampus yang dipimpinnya itu. Dengan begitu, hasil dari penelitian yang dilakukan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Daripada berbasis riset mendingan langsung applied saja, jadi hasil penelitiannya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.

Salah satu contoh penelitian yang dilakukan adalah pada penataan pasar tradisional. ” Selama ini kenapa sih pasar tradisional kalah dengan pasar modern? Sebagai contoh kalau di pasar modern itu ingin membeli nangka saja sudah dibersihkan sejak di rumah jadi sampai pasa bersih. Sedangkan di pasar tradisional, nangkanya masih utuh dan sampah-sampahnya kerap dibuang ke pasar. Itu yang membuat pasar tradisional jadi kotor dan tidak menarik,” paparnya.

Menurut Jony, penelitian-penelitian seperti itu cenderung sederhana. Namun jika bisa diterapkan langsung di masyarakat akan langsung dirasakan dampaknya. “Itu kan penelitiannya sederhana ya. Tapi bisa langsung diterapkan,” jelaskan.

Hal tersebut juga tidak menutup kemungkinan dapat membuat President University sebagai kampus kelas dunia nantinya. “Jadi impian President University menjadi kampus kelas dunia bukan hanya mimpi. Kita sendiri juga harus percaya diri,” tambahnya.( news.okezone.com)