Kampus Baru ITB di Jatinangor Diresmikan

oleh -2 views
kemdikbud.go.id
Arrief Ramdhani
kemdikbud.go.id
kemdikbud.go.id

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) akhirnya resmi memiliki kampus baru setelah diresmikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. Peresmian kampus baru ITB yang berlokasi di Jatinangor, Jawa Barat itu berlangsung pada Jumat siang, (26/7), dan dihadiri juga oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Dalam sambutannya, Rektor ITB Akhmaloka mengatakan, pada tahun 2010 ITB hanya memiliki lahan aeluas 23 hektar di Kampus Ganesha, Bandung. Lahan tersebut dinilai tidak memadai mengingat jumlah civitas akademika ITB cukup banyak, yaitu sekitar 20-ribu mahasiswa, 1.200 dosen, dan 1.800 tenaga pendukung. Akhirnya pada tahun 2010 tersebut ITB memutuskan untuk mencari lahan baru dengan bekerjasama dengan pemerintah provinsi Jawa Barat. Akhmaloka pun mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jawa Barat atas bantuan dan dukungan selama perbaikan dan pembangunan kampus baru ITB. Ia menjelaskan, total bantuan yang diberikan Pemprov Jawa Barat mencapai 12 milyar rupiah setiap tahun, mulai 2010 lalu. Selain dibantu Pemprov Jawa Barat, pembangunan kampus baru ITB di Jatinangor juga dibantu Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kehutanan, dan bantuan asing dari Korea Selatan.

Sedangkan dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan pihaknya sangat mendukung pembangunan perguruan tinggi karena kemajuan perguruan tinggi menunjukkan kemajuan masyarakat. Sementara untuk mendukung keberhasilan program Pendidikan Menengah Universal (PMU), Pemprov Jawa Barat membangun ruang kelas baru setiap tahun. Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA pun meningkat sebesar 19%. Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2012, APK untuk SMA di Jawa Barat naik dari 49% menjadi 68%.

Mendikbud Mohammad Nuh pun memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas usaha Pemprov Jawa Barat meningkatkan mutu pendidikan. “Naik 20% persen itu usaha yang luar biasa,” katanya saat memberikan sambutan. Kembali ia menegaskan, kemiskinan merupakan vaksin sosial untuk memberantas penyakit sosial seperti kemiskinan dan kebodohan.

Untuk meningkatkan APK perguruan tinggi, Mendikbud mengatakan, Kemdikbud akan melakukan tiga hal, yaitu ekspansi kapasitas perguruan tinggi negeri, mendirikan perguruan tinggi negeri baru, dan meneruskan program afirmasi seperti Bidikmisi. “Ayo sekarang kita perbesar sayap kualitas dan kuantitas. Sehingga ada pergeseran paradigma, dari kecil berkualitas menjadi besar berkualitas,” ujarnya. Usai meresmikan kampus baru ITB, Mendikbud lalu melakukan penanaman pohon trembesi di lahan kampus.(kemdikbud.go.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.