Kampanye Peduli Hiu Unpad Berbuah Penghargaan

oleh -3 views
Kampanye selamatkan hiu, mahasiswa Unpad raih penghargaan/Unpad.(kampus.okezone.com)
Arrief Ramdhani
Kampanye selamatkan hiu, mahasiswa Unpad raih penghargaan/Unpad.(kampus.okezone.com)
Kampanye selamatkan hiu, mahasiswa Unpad raih penghargaan/Unpad.(kampus.okezone.com)

HIU merupakan biota laut yang harus dilindungi karena keberadaannya yang terancam punah. Kepedulian terhadap keadaan tersebut pun terus disuarakan oleh sejumlah mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung yang tergabung dalam Independent Marine Protected Animals Community (Impact).  

Aksi Impact yang terus mengampanyekan setop perburuan hiu berbuah manis. Mereka memperoleh penghargaan sebagai The Most Interactive Itong Act of the Month periode Januari 2014 dari DiveMag Indonesia. Penghargaan ini diperoleh karena Impact dianggap turut berpartisipasi dalam sosialisasi kampanye penyelamatan hiu.

Kampanye penyelamatan hiu yang dilakukan Impact telah dilakukan sejak akhir tahun lalu, dengan puncak acara dilaksanakan di Car Free Day Dago pada 15 Desember 2013. Selain itu, dilakukan juga sosialisasi dengan menyebarkan flyer di sekitar kampus Unpad dan diskusi dengan mahasiswa FPIK Unpad.

Salah seorang anggota Impact Sanny Tri Utamai menyatakan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan Impact itu didokumentasikan dalam bentuk video. Dengan harapan, semakin banyak orang yang tergerak untuk melakukan aksi serupa.

“Video itu dibuat supaya orang-orang yang nonton ikut tergugah juga memikirkan isu ini, karena hiu itu biota laut yang dilindungi. Nah komunitas kami juga kan untuk mewadahi aspirasi untuk menyebarluaskan informasi tentang perlindungan hewan laut, dan hiu adalah salah satunya,” kata Sanny, seperti dinukil dari situs Unpad, Kamis (17/4/2014).

Sanny menjelaskan, hiu merupakan predator tertinggi di ekosistem laut. Jika hiu hilang, maka akan mengganggu keseimbangan ekosistem laut. Saat ini terjadi eksploitasi berlebihan terhadap hiu untuk diambil siripnya.

“Sirip hiu banyak diminati konsumen karena diyakini memiliki khasiat baik untuk tubuh. Padahal masih banyak ikan lain yang memiliki khasiat yang sama, tetapi tidak mengganggu keseimbangan alam jika dikonsumsi,” ujarnya.

Anggota Impact lainnya, yaitu Bani Kesuma mengatakan, proses produksi video memakan waktu dua minggu. Mulai dari penyusunan konsep dan pengumpulan materi, hingga proses editing.

“Ketika kampanye tadinya iseng-iseng shooting, ternyata ada tawaran lomba. Ya sudah buat aja sekalian dokumentasi,” ungkap Bani.

Kedua mahasiswa tersebut sepakat, hiu harus dilindungi, bukan untuk dikonsumsi. “Inginnya sih mengundang DiveMag untuk datang ke kampus kami untuk seminar menjelaskan tentang hiu,” imbuh Sanny.

Impact telah terbentuk sejak 2012, yang anggotanya terdiri dari sejumlah mahasiswa program studi Ilmu Kelautan FPIK Unpad. Impact terbentuk sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk saling berbagi dan berdiskusi tentang hewan-hewan laut yang terancam punah.

“Jadi kegiatannya selain sharing class untuk mahasiswa internalnya juga ikutan kampanye untuk menggerakkan masalah-masalah kelautan. Kampanye yang dilakukan oleh Impact rutin dilakukan setiap enam bulan sekali. Semester lalu, kampanye dilakukan bekerja sama dengan WWF terkait suistainable seafood,” urainya.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.