Kali Pertama, Kemendikbud Gelar Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa

oleh -22 views

Sebagai wujud Program Kampus Merdeka dalam mengembangkan dan menumbuhkan jiwa serta kemampuan berwirausaha mahasiswa Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Prestasi Nasional (Pupsresnas) untuk pertama kalinya menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa (KIBM). Berawal dari sebuah ajang kompetisi, ke depannya para mahasiswa diharapkan dapat menjadi wirausaha sejati dan kuat untuk Indonesia di masa depan.

“Anda adalah calon-calon juara hebat untuk Indonesia masa depan. Anda yang akan menjadi pilar dan pemimpin masa depan, menciptakan pekerjaan yang baik untuk masyarakat Indonesia. Ini tentunya suatu kebanggaan yang luar biasa,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kemendikbud, Wikan Sakarinto dalam sambutannya saat penutupan KIBM 2020 secara virtual, di Tangerang, Kamis (3/12/2020).

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Melalui program ini, Wikan berharap mahasiswa yang memiliki jiwa kewirausahaan mampu bersaing secara global dengan mengoptimalkan potensi nasional. “Tentunya merupakan kebanggaan bagi seluruh peserta yang telah menciptakan inovasi di bidang kewirausahaan dan terus mengembangkan kemampuan wirausaha mahasiswa di Indonesia agar mampu bersaing sampai ke level global dengan mengoptimalkan potensi lokal dan potensi nasional,” tutur Wikan.

Wikan juga berharap para peserta KIBM 2020 ini mampu menciptakan ide-ide bisnis yang mampu mengundang investor yang besar dari dalam dan luar negeri. “Sebenarnya para investor itu menunggu ide-ide yang fresh dan futuristik. Saya pastikan dana yang terparkir dari investor-investor itu sangat besar dan mereka kalau sudah percaya kepada sebuah ide dan pemilik ide itu, mereka akan jauh lebih confident untuk mengalirkan dana mereka pada start up seperit ini,” imbuhnya.

Peningkatan inovasi, peningkatan pendapatan serta Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) adalah satu keniscayaan dan keharusan. Wikan mengajak para genarasi muda Indonesia untuk merubah pola pikir tidak hanya belajar untuk sekadar mengejar ijazah, tetapi juga berinovasi menciptakan produk untuk berwirausaha. “Kita membutuhkan anak-anak muda yang memiliki mindset menjadi pemimpin dunia masa depan melalui kreativitas, produktivitas, inovasi, penciptaan produk bisnis. Inilah yang akan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar,” ujar Wikan.

KIBM 2020 merupakan salah satu agenda lomba kemahasiswaan tingkat nasional untuk mencapai tujuan membangun semangat kewirausahaan dengan memperkuat jejaring antara akademisi, bisnis dan pemerintah. Di tengah pandemi Covid-19, KIBM 2020 digelar secara dalam jaringan (daring).

Dalam rangkaian kegiatannya, panitia KIBM 2020 menerima 1141 proposal untuk tiga bidang yaitu bidang akademik (universitas, institut, dan sekolah tinggi), bidang vokasi (politkenik), serta bidang disabilitas. Berdasarkan hasil evaluasi oleh tim juri, terdapat 272 proposal yang lulus seleksi dan menerima bantuan pendanaan sebagai stimulus dalam pengembangan bisnis senilai Rp 5 juta sampai dengan Rp 15 juta. Dana tersebut di peruntukan bagi setiap usulan yang lolos seleksi pada seluruh kategori yang terdiri dari 202 bidang akademik, 59 bidang vokasi, dan 11 bidang disabilitas.

“Kami mengucapkan selamat kepada para finalis yang telah lulus ke Babak Final KIBM 2020, baik dari bidang akademik, vokasi dan disablitas. Kami beranggapan bahwa seluruh finalis adalah juara untuk kompetisi ini dan anda adalah calaon-calon juara hebat untuk Indonesia masa depan,” kata Wikan.

Wikan Sakarinto juga mengungkapkan rasa bangganya atas capaian mahasiswa disabilitas yang telah membangun motivasi bagi teman-temannya. “Kami bangga dengan kalian. Kalian tetap kami harapkan mampu membangun kesadaran, motivasi, dan kepercayaan diri mahasiswa inklusi dalam berwirausaha,” ujar Wikan. (kemdikbud)