Jurusan Peksos Perlu Ada di Setiap Daerah

oleh -5 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

SEMINAR nasional yang digelar Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (Forkomkasi) Jawa Barat, di Kampus Universitas Pasundan (Unpas) di Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung, Sabtu (25/4) pagi, menghadirkan sejumlah pembicara yang kompeten di bidang masing-masing.
Di antaranya dari Direktorat Jendral Anak Kementerian Sosial Republik Indonesia, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), dan beberapa pembicara lainnya.

Direktorat Jendral Anak Kementerian Sosial Republik Indonesia, Edi Suharto mengatakan, kegiatan ini sangat baik. Apalagi, tema yang diangkat dalam seminar tersebut yaitu, Penguatan Profesi Pekerja Sosial di Bidang Peradilan dan Koreksional Dalam Penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum, sangat actual untuk dibahas secara ilmiah.

banner 728x90

Saat ini pemerintah sudah mengamanatkan Undang-undang yang berkaitan dengan anak sejak 2014. Namun pelaksanaannya belum berjalan sebagaimana mestinya karena beberapa hal. Terutama proses peralihan paradigma sendiri dari redistribusi justice ke restorasi justice itu yang tidak mudah.

Yang intinya, anak-anak yang sedianya harus dipenjara, sekarang kan tidak lagi dipenjara tapi melalui rehabilitasi sosial atau dikembalikan kepada orang tua. Itu tidak mudah diterima semua kalangan terutama dari para penegak hukum dari orang tua korban, papar Edi Suharto saat ditemui INILAH seusai memberikan materi dalam seminar.

Kemensos sendiri mengakui untuk pendirian lembaga Pekerja Sosial (Peksos) itu belum secara serentak di seluruh Indoesia, mengingat sebanyak 3.600 anak yang masih dipenjara. Sedangkan, jika dilimpahkan langsung ke panti belum tentu bisa tertampung semuanya.

Oleh karena itu baru tahun ini kita akan membangun enam lembaga penyelenggara kesejahteraan sosial. Ada di Jabar, Padang, Sumatera Utara, Lampung, Riau, dan Jawa Timur, terangnya.

Di sisi lain Edi Suharto menyoroti minimnya minat calon mahasiswa memilih jurusan Peksos. Salah satu faktornya adalah, jurusan tersebut masih dinilai cukup baru sehingga tantangannya yang dihadapi juga cukup berat.

Kemudian untuk tempat bekerja setelah lulus nanti, Peksos sendiri masih bingung, apa harus bekerja di Kemensos, Kemenkumham, Kehakiman atau di mana? Ini juga membuat mereka kurang nyaman disamping tantangan yang cukup besar tadi, ujarnya.

Dia berharap, mahasiswa Peksos bisa bisa menyiapkan betul-betul jiwa dan raga. Banyak dari mereka belum tertarik menjadi Peksos karena tantangannya juga cukup berat.

Ini juga bukan hanya tanggung jawab Kemensos saja, tapi dari kepolisian dan pihak lainnya harus mengetahui peran-peran Peksos. Sehingga ketika mereka berkoordinasi di lapangan masing-masing pihak sudah tahu, pungkasnya. (inilahkoran.com)