Juri OSN Harus Memiliki Integritas

oleh -3 views
Direktur Pembinaan SD, Ibrahim Bafadhal
Arrief Ramdhani
Direktur Pembinaan SD, Ibrahim Bafadhal
Direktur Pembinaan SD, Ibrahim Bafadhal

DIREKTUR Pembinaan SD Ibrahim Bafadhal, menekankan pentingnya pemilihan juri yang memiliki integritas di ajang Olimpiade Sains Nasional SD/MI 2013. Juri dianggap sebagai penentu keberhasilan OSN, untuk itu integritas dan kejujuran menjadi modal utama, disamping memang orang yang menekuni bidangnya.

“Kalau untuk menjadi juri olimpiade bidang IPA hendaknya memang orang-orang yang tahu dan menekuni bidang IPA. Begitu juga untuk matematika,” demikian disampaikan Ibrahim usai acara pembukaan OSN tingkat SD/MI 2013, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/6).

Ibrahim mejelaskan, salah satu indikator yang menunjukkan juri tersebut menekuni bidangnya yaitu profesi dia sebagai tenaga pengajar bidang tersebut. Ia mengaku telah berbincang kepada beberapa contoh juri yang akan ambil bagian dalam ajang kompetisi ini. “Saya tanya dari mana? Ternyata rata-rata mereka itu pengajar di perguruan tinggi dan memang jurusan IPA dan matematika,” jelasnya.

Ibrahim mengatakan, beberapa juri berasal dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). UNY merupakan universitas yang memiliki jenjang pendidikan sarjana, master, dan doktoral, bidang evaluasi, pengukuran, dan pengujian. “Saya kira kalau UNY itu soal pengukuran matematika tidak diragukan,” katanya.

Ibrahim juga menyebutkan beberapa nama universitas besar yang orang-orangnya terlibat dalam OSN ini, misalnya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Andalas (Unand). “Sehingga tidak hanya (berasal) dari Jawa. Dari luar Jawa pun ada,” ujar Direktur yang mengaku telah tiga tahun menjadi ketua penyelenggara OSN ini.

Para juri ini, menurutnya, telah bertahun-tahun menjadi rekan kerja Kemdikbud. Integritas mereka telah teruji, demikian pula kemampuannya. Dan yang paling penting, para juri ini disiplin dan mengayomi  ketika membimbing anak-anak.

Total juri di OSN SD/MI 2013 ada 30 orang, dan dibagi menjadi dua kelompok, yakni matematika dan IPA. Usai acara pembukaan, juri melakukan pertemuan teknis dengan pembina dari provinsi. Ibrahim mengatakan, selesai peserta mengerjakan soal, hasil mereka akan didiskusikan terlebih dahulu dengan pembina matematika dan IPA dari Provinsi.

“Jadi betul-betul ini transparan kepada tim pembina. Begitu tim juri ngoreksi IPA jawaban peserta dari Jogja, akan didiskusikan, ini loh. Sehingga tidak ada yang disalahkan dan tidak ada yang dibenarkan,” tandasnya.(kemdiknas.go.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.