Jumlah Perguruan Tinggi di Jabar Berkurang

Friday 23 August 2019 , 7:14 AM

Ilustrasi (kimochiku.blogspot.com)

JUMLAH  perguruan tinggi di Jawa Barat berkurang dari 486 menjadi 465 perguruan tinggi. Pengurangan jumlah itu karena ada merger beberapa perguruan tinggi.

Kepala Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jabar Uman Suherman mengatakan, penggabungan itu ada yang dalam satu yayasan yang sama. Namun ada pula penggabungan yang berasal dari yayasan yang berbeda.

“Visi yayasan itu harus dipahamkan lebih awal,” kata Uman ditemui di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 19 Agustus 2019 lalu.

Ia mengatakan, secara nasional diharapkan jumlah perguruan tinggi bisa berkurang hingga separuhnya.

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo mengatakan, pemerintah mendorong merger beberapa universitas atau perguruan tinggi demi meningkatkan mutu pendidikan tinggi. “Perguruan tinggi yang hanya punya satu atau dua program studi sebaiknya dimerger,” katanya.

Ia mengatakan, jumlah perguruan tinggi di Indonesia terlalu banyak. Dengan jumlah penduduk 260 juta, Indonesia memiliki lebih dari 4.500 perguruan tinggi. “Lebih banyak 10 kali lipat dari Tiongkok yang penduduknya 1,4 miliar,” katanya.

Daya tampung perguruan tinggi di Tiongkok, kata dia, sangat besar. Satu perguruan tinggi bisa menampung hingga belasan ribu mahasiswa. Sementara di Indonesia, daya tampungnya bervariasi.

Patdono mengatakan, kualitas perguruan tinggi pun masih banyak yang belum terakreditasi. Data terakhir menunjukkan, baru 2.246 perguruan tinggi yang sudah mendapat akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Dari jumlah itu, hanya 96 perguruan tinggi yang terakreditasi A.
Sebanyak 875 perguruan tinggi mendapat akreditasi B. Paling banyak akreditas C, yaitu sebanyak 1.275 perguruan tinggi. Terdapat 1 perguruan tinggi yang akreditasinya sudah habis masa berlakunya.

Di lain sisi, pemerintah menargetkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi bisa mencapai 50 persen pada 2024. Saat ini angkanya masih di kisaran 34,5 persen. Jumlah mahasiswanya diharapkan bisa meningkat dari 8,04 juta (2019) menjadi 11 juta pada 2024.

Sementara APK pendidikan tinggi vokasi diharapkan bisa meningkat menjadi 8,6 persen pada 2024. Tahun ini angkanya masih di angka 3,1 persen. Jumlah mahasiswanya saat ini sekitar 721.288 orang. Ditargetkan bisa bertambah menjadi 2,75 juta pada 2024.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.