Juara Lomba Sains Internasional, Zalfaa Tertantang Mencoba Hal Baru

oleh -3 views
TERIMA PIAGAM - Zalfaa Sacita Ulayya (11) (kerudung putih) siswi SD Muhammadiyah 7 menerima piagam di sekolahnya Jalan Kadipaten Antapani Bandung, Jumat (30/5/2014). Zalfaa berhasil menjuarai tiga kategori dalam perlombaan sains yang diadakan Malaysia.(jabar.tribunnews.com)
Arrief Ramdhani
TERIMA PIAGAM - Zalfaa Sacita Ulayya (11) (kerudung putih) siswi SD Muhammadiyah 7 menerima piagam di sekolahnya Jalan Kadipaten Antapani Bandung, Jumat (30/5/2014). Zalfaa berhasil menjuarai tiga kategori dalam perlombaan sains yang diadakan Malaysia.(jabar.tribunnews.com)
TERIMA PIAGAM – Zalfaa Sacita Ulayya (11) (kerudung putih) siswi SD Muhammadiyah 7 menerima piagam di sekolahnya Jalan Kadipaten Antapani Bandung, Jumat (30/5/2014). Zalfaa berhasil menjuarai tiga kategori dalam perlombaan sains yang diadakan Malaysia.(jabar.tribunnews.com)

MENJADI juara perlombaan tingkat internasional tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Hal itu dirasakan oleh Zalfaa Sacita Ulaaya (11), murid kelas 5 Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 7 Bandung. Ia memenangi lomba sains yang diselenggarakan oleh negara Malaysia.
Lomba sains di negeri jiran itu dibagi menjadi tiga kategori. Kategori pertama, solar cooking, para peserta diminta memasak dengan menggunakan energi matahari. Kategori kedua, solar boat, peserta membuat kapal air menggunakan bahan kardus dan menggunakan mesin penggerak yang memanfaatkan energi matahari. Kategori ketiga, peserta mempresentasikan hasil temuannya tersebut di hadapan tim penilai. Zalfaa berhasil memenangi ketiga kategori tersebut.

Tiga kali berturut-turut, nama Zalfaa dipanggil untuk menerima piagam berupa medali emas dan perak. Penyerahan medalinya sendiri dilakukan di sekolahnya di Jalan Kadipaten, Antapani, Bandung, Jumat (30/5). Saat ke panggung, dengan senyum manisnya diiringi tepuk tangan rekan-rekannya, Zalfaa menerima medali dan piagam yang diberikan guru dari penyelenggara lomba di Malaysia.

Zalfaa menjadi juara pertama pada kategori solar cooking, juara kelompok pada kategori boat science, dan juara dua pada kategori best presentation science. Menjadi juara di tiga kategori tersebut, Zalfaa sebagai warga Indonesia merasa bangga bisa menjadi juara dan mewakili Indonesia di tingkat internasional.

“Bersyukur saja bisa menang, apalagi ini antarnegara, jadi bangga bisa menang lomba sains ini, terutama bisa bawa nama negara,” ujarnya kepada wartawan.

Pada lomba yang digelar Kamis (29/5) di sebuah hotel di Ciumbuleuit, Zalfaa menceritakan pengalamannya. Saat lomba, ia sempat merasa kesulitan, tapi kesulitan itu dapat diatasi berkat bantuan dari teman-temannya.

“Awalnya sih susah, cuma kan kami berkelompok, jadi lumayan bisa keatasi juga. Sebelum lomba latihan dulu di sekolah dua hari,” kata siswi berjilbab ini.

Dalam kesehariannya, Zalfaa memang menggemari bidang sains sehingga acara yang digelar oleh pihak Malaysia dan sekolahnya tersebut disambutnya dengan antusias. Zalfaa pun mengaku sering melakukan uji coba pada suatu hal yang baru sehingga ilmu sains ini dianggapnya sebagai tantangan tersendiri baginya.

“Memang suka sama sains. Di rumah aja suka coba-coba hal yang baru. Ga ada yang maksa buat suka sama sains. Keinginan sendiri karena suka aja,” ujar gadis yang bercita-cita menjadi profesor itu.

Zalfaa pun mengharapkan rekan-rekan seusianya bisa mengikuti jejaknya. Menurutnya, untuk bisa mencoba hal yang baru, dibutuhkan keberanian dan tekad yang kuat sehingga apa yang diinginkan bisa tercapai sesuai dengan keinginannya. “Yang penting harus pede, jangan malu-malu,” katanya.

Kegiatan lomba sains ini menjadi agenda pihak penyelenggara Malaysia. Koordinator kegiatan Muhammad Halim mengatakan di samping kegiatan perlombaan, kegiatan ini pun bisa menjadi wadah pembelajaran bagi siswa-siswi sekolah dasar.

“Ini tahun ketiga kegiatannya. Tahun kemarin pihak Muhammadiyah yang datang ke Malaysia dan tahun ini kami yang datang ke sini. Memang dari kerajaan sana menginginkan agar tiap sekolah di Malaysia mewajibkan ada hubungan dengan sekolah di luar negeri. Kami juga sekaligus memberi pembelajaran buat anak-anak supaya bisa bersosialisasi dengan teman-teman di negara lain,” ujar Halim kepada wartawan.

Lomba yang diikuti oleh 45 peserta dari tiga sekolah, yakni sekolah Kebangsaan Sri Langat Malaysia, Sekolah Kebangsaan Seksyen 9 Malaysia, dan SD Muhammadiyah 7 Bandung ini disambut positif oleh  pihak SD Muhammadiyah 7. Selain memberikan edukasi terhadap siswa, kegiatan ini juga dapat memberikan pengalaman bagi siswanya di mata internasional.

“Ini merupakan kegiatan bagaimana sekolah bisa dikenal dan memiliki jaringan internasional terutama di bidang pendidikan yang nantinya bisa juga membanggakan Indonesia di mata dunia. Anak-anak juga jadi punya pengalaman baru,” ujar Wakil Kepala SD Muhammadiyah 7, Iwan Kurniawan.

Iwan pun menginginkan agar dengan adanya lomba ini, tingkat kecerdasan anak asuhnya di bidang pendidikan sains semakin tinggi. Dengan begitu, menurutnya, anak-anak bisa lebih berkreasi lagi.

“Anak-anak itu punya pemikiran yang tinggi. Sekolah sepatutnya mengembangkan hal itu dan kami para guru hanya sebagai fasilitator yang memfasilitasi anak-anak untuk berkreativitas,” katanya.

Iwan pun mengharapkan sekolah lainnya dapat turut serta dalam kegiatan yang dapat memberikan pembelajaran bagi siswa sekolah dasar ini. “Tentu yang lain pun harus turut serta mengembangkan potensi anak terutama di bidang pendidikan,” katanya.(jabar.tribunnews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.