“Jelajah Dunia Tanpa Visa”, Cara Alternatif Memahami Kurikulum 5 Benua

oleh -6 views
Mahasiswa berpakaian dan berpenampilan ala mesir untuk menjelaskan pola pendidikan di Mesir kepada pengunjung. Cara ini efektif untuk menarik minat penjunjung datang dan meggali lebih jauh tentang pendidikan di sana.
Arrief Ramdhani
Mahasiswa berpakaian dan berpenampilan ala mesir untuk menjelaskan pola pendidikan di Mesir kepada pengunjung. Cara ini efektif untuk menarik minat penjunjung datang dan meggali lebih jauh tentang pendidikan di sana.
Mahasiswa berpakaian dan berpenampilan ala mesir untuk menjelaskan pola pendidikan di Mesir kepada pengunjung. Cara ini efektif untuk menarik minat penjunjung datang dan meggali lebih jauh tentang pendidikan di sana.

MITOS tentang  “Ganti menteri sama dengan ganti kurikulum” banyak diyakini kebenarannya oleh masyarakat kita. Sebagai kalangan akademisi khususnya seorang pendidik, tentu harus bisa menelaah secara bijak mengapa kurikulum berganti. Karena itu, mahasiswa perlu memahami landasan, prinsip dan asas perubahan kurikulum. Sejalan dengan hal tersebut, di PGSD FIP UNY terdapat  mata kuliah pengembangan kurikulum untuk membekali mahasiswa agar mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip kurikulum dalam pengembangan kurikulum di sekolah khususnya tingkat SD/MI maupun untuk bidang studi.

Perkembangan kurikulum dari tahun 1959-1965, tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, dan Kurikulum 2013 merupakan “menu” wajib yang harus dielaborasi oleh mahasiswa. Perubahan tersebut memiliki latar belakang serta tujuan masing-masing sehingga mereka bisa menganalisis kelebihan dan kelemahannya. Wawasan mengenai pergantian kurikulum Indonesia sangat penting untuk dipahami mahasiswa. Tetapi mereka juga perlu mengetahui kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dan kendala-kendala pelaksanaan kurikulum negara lain. Hal tersebut akan menjadi kajian perbandingan dalam pelaksanaan kurikulum di Indonesia.

banner 728x90

Memahami profil kurikulum tingkat dasar dibeberapa negara memiliki tujuan strategis, agar bisa mencapainya diperlukan strategi pembelajaran yang tepat. Materi yang sifatnya teoritis dan cukup banyak harus dikemas secara menarik agar mahasiswa lebih mudah mencernanya. Terinsiprasi dengan teknik kunjung karya yang biasa dilakukan pada pelatihan USAID PRIORITAS, saya mencoba memodifikasi kunjung karya tersebut dengan pameran profil kurikulum sekolah dasar 5 benua yang diberi tajuk “Jelajah Negara Tanpa Visa”.

Pameran ini merupakan bagian dari mata kuliah yang dilaksanakan pada pertemuan ke 8-10 yang diikuti oleh mahasiswa semester 7, kelas 7A, 7B, dan 7I. Mahasiswa bermusyawarah menentukan negara-negara mana yang akan ditampilkan. Hasilnya adalah sembilan negara yang telah mewakili 5 benua yaitu Jepang, Singapura, Korea Selatan, Jerman, Inggris, Amerika, Finlandia, Australia, dan Mesir. Masing-masing kelompok harus mempersiapkan bahan-bahan yang mendukung untuk dipresentasikan terlebih dahulu sebelum pameran. Dosen dan anggota kelompok negara lain memberikan masukan berupa kebenaran konsep perubahan kurikulum di negara tersebut dan juga terkait teknis penampilan di stan menjadi pembicaraan diskusi hangat dalam perkuliahan.

Tujuan dari pameran tersebut, selain menjadi kajian analitik untuk mahasiswa, juga menjadi bagian untuk mengedukasi mahasiswa-mahasiswa semester I,III, dan V yang ada di kampus. Untuk menarik perhatian pengunjung, mahasiswa juga menghadirkan nara sumber yaitu Ibu Safitri Yosita R, M.Ed dan Ibu Vivi Arumi S, M.A yang telah menjelajah beberapa negara untuk berbagi pengalaman bagaimana pendidikan di negara-negara tersebut.

Selain itu, ada stand yang membuka pameran foto dengan menggunakan pakaian khas jepang dan korea selatan, berfoto dengan icon-icon negara, menjual sushi, pembagian doorprize bagi yang bisa menjawab pertanyaan serta membagi stiker 9 negara kepada pengunjung.

Pameran tersebut ditutup dengan memberi penghargaan pada stand-stand dengan kategori terunik, terinspiratif, terunyu, teramai, terkreatif, terkompak, termewah, terfavorit, dan terbaik. Peserta yang mengunjungi stan-stan pameran diperkirakan mencapai 200 orang yang mewakili mahasiswa semester I, III, dan V. Kesan yang diperoleh pengunjung selain menambah wawasan tentang kurikulum SD di beberapa negara, juga sangat inspiratif misalnya mimpi untuk kuliah atau traveling keluar negeri hasil dari berbagi pengalaman dengan nara sumber.

Merasa senang karena stan-stan pameran menarik dengan ikon dari masing-masing negara misalnya ada piramida Mesir, bunga sakura Jepang, tembok berlin Jerman, koala Australia dan lain sebagainya. Hal tersebut membuat para pengunjung benar-benar merasakan atmosfer menjelajah 9 negara tanpa visa.(prioritaspendidikan.org)

Penulis dan pelaku: Unik Ambarwati, Dosen Universitas Negeri Yogyakarta