Jangan Takut Lanjut Sekolah ke SMA atau SMK

oleh -4 views
Ilustrasi (m.beritajakarta.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (m.beritajakarta.com)
Ilustrasi (m.beritajakarta.com)

ORANGTUA dan siswa lulusan SMP sederajat tidak perlu takut lagi melanjutkan pendidikan sampai jenjang SMA/SMK sederajat. Sekarang pemerintah dan sekolah sudah menyediakan ruang belajar bagi siswa tidak mampu di sekolah manapun.
“Selama ini selalu ada kegamangan bagi warga tidak mampu untuk melanjutkan sekolah sampai SMA sederajat. Persoalannya biaya, padahal biaya tidak semahal yang dikira. Kita banyak program membantu siswa kurang mampu,” jelas Ketua Panitia Sosialisasi Program Pendidikan Menengah Universal (PMU) tahun 2013 Esti Widyastuti saat melakukan kunjungan ke SMKN 10 Kota Bandung Jalan Cijawura Hilir, Jumat (29/11/2013).

Esti meyatakan, dalam UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) hanya 9 tahun. Jadi hanya sampai SMP dan tidak ada Wajar Dikdas 12 tahun. Makanya Kemendikbud memiliki program PMU.

“Kita mendorong siswa yang lulus 9 tahun untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Pada 25 Juni lalu kami meluncurkan PMU. Tetapi selama ini masyarakat masih menganggap PMU Wajar Dikdas 12 tahun. Saat dikumandangkan 12 tahun, maka yang kepikiran warga itu gratis,” tandasnya.

Untuk mengenalkan PMU, lanjut Esti, Kemendikbud melakukan roadshow ke beberapa daerah. Kota Bandung, khususnya SMA Negeri 5 dan SMK Negeri 10, dianggap sudah bisa mengimplementasikan PMU.

“Kita ada penilaian tertentu, misalnya sekolah itu harus ditopang tenaga pendidikan, manajerial sekolah, sarana prasarana sekolah, kurikulum, jumlah siswa juga harus pesat, prestasi, dan lulusan. Implementasi PMU harus pelan-pelan,” tandas Kasubag Kerjasama Sekretariat Dirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud ini.

Kepala SMK Negeri 10 Kota Bandung Ontahari menjelaskan, selama ini tidak ada alasan menolak siswa kurang beruntung untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMA/SMK.

Meski beban biaya pendidikan per siswa SMA sederajat per tahun sekarang di Kota Bandung mencapai Rp5,6 juta, tapi beban tersebut bisa ditutupi melalui bantuan pemerintah, mulai dari pusat hingga Pemkot Bandung.

“Sekarang pemerintah pusat beri bantuan per anak Rp1 juta untuk SMA/SMK. Kota Bandung ada Bawaku. Nah sisanya bagaimana kreativitas sekolah. Kami beruntung punya kompetensi khusus sehingga bisa minta beasiswa Rp1 juta per siswa untuk total 200 siswa,” paparnya.

Sementara untuk sekolah yang tidak memiliki kompetensi khusus, Ontahari mengusulkan adanya kepedulian lingkungan sekitar. “Kalau kurang mampu, tinggal kepedulian pendidik,” tegasnya.(inilahkoran.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.