Jangan Asal Pilih Prodi Lintas Jurusan

Friday 14 February 2014 , 2:33 AM
Ilustrasi

Ilustrasi

APAKAH dalam seleksi masuk melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bisa lintas jurusan? Apakah sebuah perguruan tinggi hanya menerima pendaftar dengan pilihan pertama saja?

Pertanyaan tersebut terlontar dari para pelajar SMAN 1 Garut saat Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung melakukan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru di sekolah tersebut. Tidak hanya itu, mereka juga mempertanyakan porsi prestasi nonakademis dalam proses seleksi masuk ke Unpad.

Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unpad Engkus Kuswarno menyatakan, pada dasarnya Unpad tidak melarang para pelajar untuk memilih program studi (prodi) lintas jurusan.

“Unpad tidak melarang peserta SNMPTN yang mau mencoba memilih program studi secara lintas jurusan. Misalnya, mereka yang sekolah di jurusan IPA ingin kuliah di jurusan IPA. Tetapi tolong diperhitungkan secara matang karena komponen penilaian bagi program studi sains dan teknologi (saintek) dan sosiohumaniora itu berbeda,” jawab Engkus, seperti dilansir oleh Okezone, Kamis (13/2/2014).

Jadi, lanjutnya, jika perguruan tinggi negeri yang dituju tidak mencantumkan ketentuan khusus sebuah prodi tidak menerima pendaftar lintas jurusan maka para pendaftar boleh saja melakukan pilihan secara lintas jurusan. Namun Engkus mengingatkan, komponen nilai yang diperhitungkan berbeda untuk program studi saintek, soshum, dan bahasa.

Engkus menjelaskan, dasar penilaian SNMPTN adalah nilai rapor. Sehingga, pihak kampus, yakni Unpad akan melihat nilai rapor mata pelajaran yang ada di Ujian Nasional (UN). Jika memilih saintek, bobot nilai mata pelajaran saintek lebih diperhitungkan. Jika memilih soshum, bobot nilai mata pelajaran soshum lebih diperhitungkan.

Nah, siswa saintek, soshum, dan bahasa kan mata pelajarannya berbeda. Tidak seluruh mata pelajaran saintek ada di soshum, begitu juga sebaliknya. Jadi mereka yang pilih lintas jurusan total nilainya kemungkinan besar akan lebih kecil karena ada beberapa mata pelajaran yang tidak ada,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Psikologi, Dr. Ahmad Gimmy menambahkan, Psikologi Unpad merupakan contoh prodi yang masuk dalam kelompok Saintek. Dia menyebut, sejak dulu Psikologi Unpad melakukan pendekatan biopsychology sehingga hanya menerima siswa dari jurusan IPA atau saintek.

“Nilai biologi dan bahasa Inggris memperoleh bobot lebih besar dalam seleksi ke Psikologi Unpad,” tutur Ahmad.

Lalu, terkait apakah Unpad hanya menerima pendaftar pilihan pertama saja, Engkus mengungkap, Unpad merupakan perguruan tinggi negeri dengan jumlah peminat tertinggi di seluruh Indonesia. Dari 140 ribu peminat Unpad pada tahun lalu, hampir separuh yang menjadikan Unpad sebagai pilihan pertama. Padahal, daya tampung Unpad jauh lebih kecil dari jumlah peminat tersebut.

“Urutan pilihan yang dilakukan siswa itu adalah prioritas. Kami juga memilih berdasarkan prioritas. Dengan begitu banyaknya peminat ke Unpad, biasanya daya tampung prodi sudah terpenuhi oleh para siswa yang menjadikan Unpad pilihan pertama. Jadi kami tidak perlu lagi melihat siswa dengan pilihan 2 atau 3. Tapi bukan berarti tidak ada program studi di Unpad yang tidak menerima pilihan 2. Ada juga kok beberapa,” urai Engkus.(kampus.okezone.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.