Jabar Stop Peralihan PTS ke PTN

oleh -2 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menyatakan untuk sementara tidak akan lagi ada peralihan status dari perguruan tinggi swasta (PTS) ke perguruan tinggi negeri (PTN) di Jabar.
“Tidak ada lagi perguruan tinggi negeri yang akan didirikan,” tegas Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar kepada wartawan seusai peresmian Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) di Hotel Harris, Jalan Ciumbuleuit Kota Bandung, Selasa (23/8/2016)‎.

Menurut dia, dihentikannya peralihan status PTS itu berdasarkan pada moratorium yang dibuat Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Moratorium itu menyebutkan, peralihan PTS ke PTN di pulau Jawa dihentikan untuk sementara.

“Sudah sejak setahun lalu tidak ada lagi PTS yang dinegerikan setelah Unsil (Tasikmalaya) dan Unsika (Karawang),” ucapnya.

Dia menambahkan, kini pembangunan PTN difokuskan di pulau-pulau luar Jawa. Hal ini agar pendidikan tinggi merata di semua wilayah Indonesia.

Untuk mengantisipasi pemerataan PTN di wilayah Jawa Barat, Deddy menyebutkan saat ini telah diterapkan sistem multikampus.

“PTN yang sudah ada membangun program studi baru di beberapa wilayah lainnya sesuai kebutuhan daerahnya masing-masing,” ucapnya.

Sebagai contoh, tutur Deddy, Universitas Padjajaran membangun kampus di Pangandaran dengan beberapa program studi sesuai kebutuhan kabupaten setempat.

“ITB juga sudah menerapkan hal itu,” ujarnya.

Sistem multikampus tersebut dinilai ‎menjadi salah satu solusi atas moratorium penghentian PTS ke PTN. Masyarakat yang tidak tinggal di pusat kota tidak perlu khawatir tidak mendapat peluang bersekolah di PTN karena keterbatasan kursi mahasiswa baru.

“Yang terpenting adalah generasi muda dapat memanfaatkan peluang, agar setelah lulus justru tidak menambah angka pengangguran,” ucapnya.

Sementara itu, pria yang akrab disapa Demiz ini berharap, hadirnya UMB akan mampu mendorong Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Jawa Barat. Dia pun meminta UMB harus mempunyai keberpihakan kepada putra-putri Jawa Barat agar mereka bisa mengenyam bangku perkuliahan.

Dengan begitu indikator keberhasilan pembangunan pendidikan akan semakin meningkat, seperti APK dan mutu pendidikan di Jawa Barat.

“Hal ini keniscayaan. Kok di Bandung ngga ada Universitas Muhammadiyah? Kan hal yang aneh. Saya juga heran kenapa baru kali ini ada,” kata dia.

Ketua Panitia Pendiri UMB Dadang Syaripudin berharap dengan hadirnya 11 program studi di UMB, kampus tersebut bisa berkembang pesat dan sejajar dengan Universitas Muhammadiyah yang telah ada di daerah lainnya.

“Dengan kesebelas prodi ini kami berharap bisa berkembang dan tentu tidak terlalu lama waktunya bisa menyejajarkan diri dengan Universitas Muhammdiyah di banyak kota,” harap Dadang.

Hingga kini Muhammadiyah sudah memiliki 147 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia, 50 di antaranya merupakan universitas. Sebelumnya, di Bandung telah ada perguruan tinggi Muhammadiyah, yakni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammadiyah, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Aisiyiah Bandung.(inilahkoran.com)