Jabar akan Bebas dari Masalah Putus Sekolah

Tuesday 19 May 2015 , 7:04 AM
Ilustrasi

Ilustrasi

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat segera membuat program agar provinsi terpadat penduduk di Indonesia ini bebas dari masalah putus sekolah.
Jumlah peserta didik SD/madrasah ibtidaiyah paling tinggi daripada peserta didik tingkat setelahnya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menjelaskan, pada pelaksanaan Ujian Sekolah tingkat SD, di Jabar diikuti sebanyak 872.354 siswa. Selain siswa SD, peserta ujian berasal dari siswa MI, SDLB, dan ujian Paket A.

“Untuk itu akan ada peningkatan daya tampung yang memadai di tingkat SMP dan SMA,” tutur Heryawan kepada wartawan seusai meninjau pelaksanaan ujian di SDN Banjarsari dan SDN Merdeka Bandung, Senin (18/5/2015).

Pria yang akrab disapa Aher ini ingin seluruh lulusan SD dapat ditampung di tingkat SMP. Selain itu, lulusan SMP juga dapat ditampung seluruhnya di SMA. Dengan begitu ruang kelas baru (RKB) harus diperbanyak kembali.

“Jabar akan segera kita programkan menjadi provinsi yang bebas putus sekolah,” kata dia.

Mengenai pelaksanaan ujian, Aher mengklaim berjalan lancar dan tidak ada masalah. Baik dari sisi distribusi soal maupun lainnya. Namun, dia tegaskan tetap harus ada evaluasi setelah selesai nanti.

“Pengalaman tahun sebelumnya, ini berjalan dengan baik. Apalagi soalnya dibuat provinsi, tentunya semua berjalan lancar,” katanya.

Orang nomor satu di Jabar ini tidak mempermasalahkan pembuatan soal ujian yang dilimpahkan ke provinsi. Soal-soal ujian dibuat berbeda tiap siswa di kelas, sehingga tidak akan ada contek-mencontek antar siswa. Selain itu, pengawas ujian disilang antar sekolah guna menurunkan peluang kecurangan.

“SD dan MI itu paling banyak, sangat wajar ada otonomi, sehingga pengkoordinasiannya lebih mudah. Sementara pemerintah pusat bisa mengawasi kami sehingga tidak ada kelalaian dan kesalahan,” ucapnya.

Sementara itu dari sisi pengawasan pelaksanaan ujian, lanjutnya, itu tidak ada masalah. Apalagi satu ruangan kelas diatur untuk 20 siswa dengan 20 soal yang berbeda.(inilahkoran.com)

Comments are closed.