ITS Wakili Indonesia di Kompetisi GGITC Paris

oleh -5 views
Tim mahasiswa ITS pemenang ketiga Go Green in the City (GGITC) East Asia 2013.(republika.co.id)
Arrief Ramdhani
Tim mahasiswa ITS pemenang ketiga Go Green in the City (GGITC) East Asia 2013.(republika.co.id)
Tim mahasiswa ITS pemenang ketiga Go Green in the City (GGITC) East Asia 2013.(republika.co.id)

INSTITUT Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui inovasi “Green Floating Clinic” menjadi juara ketiga dalam “Go Green in the City (GGITC) East Asia 2013″ yang diadakan oleh Scheider Electric,
Dengan demikian ITS hingga berhak mewakili Indonesia ke kompetisi tingkat dunia di Paris pada 27-28 Juni mendatang.

“Kami meraih prestasi itu setelah bersaing dengan negara-negara di Asia, di antaranya Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Korea Selatan, dan Taiwan,” kata mahasiswa Teknik Elektro ITS yang anggota tim ‘Green Floating Clinic’ ITS, Priyo Edy Wibowo, di Surabaya, Jumat (24/5).

Didampingi anggota tim lainnya, yakni Kharisma Bani Adan, Ahmad Faisal Haq, dan Ria Sasmita Utami, ia menjelaskan keberhasilan itu mengantarkan ITS bersama tim dari Singapura dan Filipina menjadi tiga wakil Asia dalam kompetisi tingkat dunia di Paris itu.

“Ide karya Green Floating Clinic terinspirasi dari klinik terapung yang ada di Kutai Barat. Klinik tersebut merupakan fasilitas yang vital di sana, namun klinik itu terkendala oleh bahan bakar fosil yang masih sulit diperoleh. Untuk mengatasi masalah itu, kami menawarkan ide penggunaan solar cell untuk memenuhi kebutuhan listrik pada klinik tersebut,” katanya.

Setelah tim melakukan kajian, kata mahasiswa angkatan 2010 itu, ternyata dengan solar cell dapat menghasilkan listrik sebesar 30 KW. Daya tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan klinik tersebut.

Pada GGITC Country Final, Indonesia diwakili oleh ITS dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Prasetya Mulya. “Perjuangan kami tidaklah mudah. Kami harus menyiapkan prototype kurang dari seminggu,” kata Ria Sasmita Utami.

Tak hanya itu, kata mahasiswi angkatan 2009 itu, tim juga sempat terkendala saat membawa prototype ke dalam pesawat karena baterai harus dilepas dan diletakkan di bagasi.

Akhirnya, perjuangan mereka mendapat hasil yang cukup memuaskan. ITS yang mewakili Indonesia dengan inovasi Green Floating Clinicmenempati urutan ketiga.

Dua juara lain yakni tim Singapura yang mengembangkan konsep Smart Air-con Control System menduduki posisi kedua dan juara kompetisi Go Green in the City East Asia 2013 diraih oleh tim Filipina.

Para pemenang akan bersaing dengan 22 tim terbaik dari seluruh dunia seperti Brazil, Cina, Prancis, Jerman, Amerika Serikat, Turki, Meksiko, India, Rusia dan Polandia. Kompetisi di Paris akan berlangsung pada 27-28 Juni mendatang.(republika.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.