ITB Penghasil Founder Startup Sukses Terbanyak

Monday 10 July 2017 , 7:47 AM
kampus ITB

kampus ITB

INSTITUTTeknologi Bandung (ITB) menjadi perguruan tinggi di dalam negeri yang menghasilkan paling banyak founder startup sukses di Tanah Air, sedangkan untuk kategori perguruan tinggi luar negeri dipegang oleh Harvard University.

Lebih dari separuh founder startup yang sukses di Indonesia tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi.

Sejak Juni 2017 yang lalu, situs perbandingan harga iPrice bersama perusahaan modal ventura Venturra Capital melakukan sebuah riset terkait latar belakang pendidikan para founder startup di Tanah Air.

Mereka mengumpulkan data dari 102 founder startup yang telah berhasil mendapat pendanaan Seri A, dan membandingkan universitas tempat mereka menimba ilmu.

Berikut ini adalah beberapa hal menarik yang muncul dari riset tersebut seperti dilansir dari Tech In Asia.

Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan kampus yang menghasilkan paling banyak founder startup sukses, yaitu sekira 14 orang. Namun ITB sebenarnya hanya memproduksi sembilan startup. Enam di antara para founder tersebut merupakan pendiri dari dua startup, yaitu Achmad Zaky, Muhamad Fajrin Rasyid, dan Nugroho Herucahyono yang mendirikan e-commerce Bukalapak, serta Arief Widhiyasa, Andrew Pratomo Budianto, dan Shienny Aprilia yang mendirikan perusahaan game Agate.

Untuk kategori kampus dalam negeri, Universitas Bina Nusantara dan Universitas Indonesia menempati posisi kedua dan ketiga dengan masing-masing menghasilkan delapan dan empat orang founder.

Selain itu, ada juga kampus dari luar negeri seperti Harvard University (8 founder), Purdue University (7 founder), dan Stanford University (5 founder), yang juga menghasilkan cukup banyak founder startup sukses di Tanah Air.

Sebesar 58 persen founder berasal dari jurusan nonteknologi, seperti keuangan, teknik industri, ekonomi, pemasaran, hingga akuntansi.

Sebanyak 58 orang founder mengambil S1 di luar negeri, sedangkan 44 sisanya mengambil S1 di dalam negeri. Meski begitu, 32 orang founder justru memutuskan untuk mengambil S2 di luar negeri, dan hanya empat orang yang mengambil S2 di dalam negeri.(news.okezone.com)

Comments are closed.