Isu-Isu Hutan Level Global Diprediksi Terus Berputar

oleh -4 views
Ilustrasi (sweetteachers.wordpress.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (sweetteachers.wordpress.com)
Ilustrasi (sweetteachers.wordpress.com)

KETUA Umum Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan IPB (HAE IPB) Bambang Hendroyono menyampaikan, isu-isu kehutanan pada level global diprediksi terus memanas. Isu dimaksud antara lain persoalan konservasi, degradasi dan deforestasi. Fenomena ini menjadi isu persoalan kehutanan ke depan, terkait kebutuhan lahan.
“Perdagangan lestari dari produk-produk kehutanan termasuk tumbuhan dan satwa liar atau konvensi perdagangan internasional, green economic and green investment, serta global climate change merupakan hal lain yang relevan. Kemudian patut dicermati adalah adanya krisis keuangan, kebutuhan pangan dan energi dunia yang terus meningkat, dan krisis iklim global,” ujarnya dalam acara reuni Akbar Konsolidasi Himpunan Alumni Fakultas kehutanan IPB (HAE IPB) di Saung Dolken Resort, Cimahpar, Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/4/2013).

Bambang merincikan, perampasan tanah dideskripsikan sebagai suatu proses pemindahtanganan atau pengalihan kepemilikan tanah yang dianggap tidak produktif, untuk selanjutnya dikembangkan menjadi pertanian atau perkebunan skala besar dengan proyeksi pangan dan atau bio-energi. Fenomena ini akan menjadi isu dan persoalan kehutanan ke depan, terutama terkait kebutuhan lahan.

“Ekspektasi besar terhadap pengelolaan hutan dalam jangka panjang adalah semakin membaiknya kualitas sumberdaya hutan dan meningkatnya manfaat hutan bagi pembangunan yang berkelanjutan,” tutur alumnus Fakultas Kehutanan IPB itu.

Untuk itu, penyelenggaraan kehutanan kedepan harus menekankan pada pendekatan keseimbangan fungsi ekonomi, ekologis, dan sosial lingkungan yang didukung oleh para pemangku kepentingan (multistakeholders).

“Hutan dan kehidupan liar di dalamnya dapat berfungsi optimal sebagai sistem penyangga kehidupan. Pada gilirannya akan meningkatkan kualitas lingkungan hidup termasuk dalam konteks mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global,” harapnya.

Bambang menambahkan, “sebagai bentuk komitmen dan rasa tanggung jawab dalam merespon isu-isu dan permasalahan strategis kehutanan baik pada level nasional maupun global, HAE IPB sebagai salah satu organisasi Himpunan Alumni dari perguruan tinggi kehutanan akan terus berperan dan berkontribusi, baik sendiri maupun bersama Himpunan Alumni Perguruan Tinggi kehutanan lainnya. Melalui penyampaian gagasan atau ide konstruktif serta berbagai kegiatan dan inovasi konkrit relevan lainnya, guna terselenggaranya pembangunan kehutanan berkelanjutan khususnya dan pembangunan sektor lain,” imbuhnya.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.